KIM HEECHUL, ME and MY DREAM

Minggu, 24 Juni 2012

Cooking!


Author                        : Regina Bella
Tittle                           : Cooking!
Genre                         : Romance
Rating                         : PG
Length                        : One Shoot
Main Cast                  : Kim Ryeowook
                                      Park JinRi

hello, ini ff gue yang gue lombain tapi ampe sekarang belom ada pengumumannya. wkwkw yaudah gue post aja takut gak sempet nanti ^^ o iyah, saengil chukkhaeyo buat Ryeowook oppa ^^
no bash no plagiat, ok. alhamdulillah deh kalo ada yg baca ni ff abal :p 


 Author pov
“wookie oppa~” teriak JinRi dari kejauhan memanggil nama Ryeowook teman satu komplek diperumahannya. “aaah JinRi, wae?” jawab Ryeowook saat menghentikan langkahnya menoleh ke arah suara JinRi. “anni, sudah lama kita tidak memasak bersama dirumahku” ucap JinRi diakhiri senyum manisnya memulai obrolan mereka. “mianhae, aku sibuk mengikuti test untuk masuk kuliah” jawab Wookie yang juga diiringi senyum imutnya. “aku rindu jajangmyun buatanmu” sambung JinRi lagi. “ahh bagaimana kalau besok sore aku kerumahmu untuk memasak?” tawar Wookie yang tentu saja membuat JinRi menggangguk senang. “jeongmalyo? ne ne tentu saja aku mau, kebetulan eomma dan appa ku sedang ke luar negeri” ucap JinRi riang.
Ryeowook dan JinRi memang dekat sejak pertemuan mereka di supermarket, dari situlah JinRi mengetahui hobi Ryeowook yang suka sekali memasak sedangkan JinRi merasa tertarik untuk belajar memasak dari Ryeowook. Mereka sudah sering memasak bersama di rumah JinRi, yaa mereka tidak pernah masak bersama dirumah Ryeowook karena orang tua Ryeowook tidak suka anaknya memiliki hobi memasak. Jadi selama ini Ryeowook berbohong kepada orang tuanya bahwa sebenarnya Ryeowook masih sering melakukan hobinya yaitu memasak.
Author pov end

JinRi pov
“oppa, kenapa tidak sekolah memasak saja? aku ingin melihat oppa menjadi chef” tanyaku kepada namja yang sedang sibuk membuat jajangmyun, namja yang juga aku sukai karena kelembutannya. “haha kau tau masalahku kan JinRi. untung ada kau, jadi aku masih bisa terus memasak” jawab Ryeowook oppa yang selalu diakhiri dengan senyum yang membuat wajahnya semakin terlihat imut. “yaa! sampai kapan oppa hanya menuruti kehendak orang tua oppa? oppa kan suka memasak kenapa oppa harus kuliah jurusan kedokteran seperti paman Kim” kataku panjang lebar. “hmm ini sudah jadi, ayo sekarang kita cicipi” haiissh selalu saja begitu setiap ditanya mengenai masalah keinginannya pasti selalu mengalihkan pembicaraan.
“oppa ini lezat sekali!” seruku saat mencicipi jajangmyun buatan Ryeowook oppa. “ahh kau berlebihan JinRi, tapi gomawo yaa karena selalu bersedia mencicipi masakanku” jawabnya sambil mengacak pelan poniku.
“oppa ..” panggilku di tengah keheningan. “ne?” jawabnya singkat. “aku ... ah tidak jadi oppa” “hasissh kau ini, yasudah aku ke dapur dulu” katanya sambil membawa piring-piring kotor ke dapur.
Sebenarnya tadi itu aku mau mengungkapkan isi hati ku ke pada Ryeowook oppa. Aku masih malu untuk bilang kalau aku suka padanya. Aku suka pada Ryeowook oppa karena dia berbeda dengan namja-namja lain, dia selalu berkata lembut dan ramah pada gadis-gadis, orangnya juga sabar dan sopan. Selain itu dia namja hebat karena dia pintar memasak, padahal aku sendiri tidak bisa memasak makanan selezat yang oppa buat.
“hey jangan melamun!” sapa Ryeowook oppa membuyarkan lamunanku tadi. “ahaha oppa, siapa yang melamun huhh” jawabku sekenanya. “bohong, kau sedang memikirkan oppa yaa?” tanyanya meledek namun itu benar adanya, dan seketika aku merasa sedang menahan senyum karena malu. “tuh pipimu merah, benar saja seorang Ryeowook sedang ada dipikiran Park JinRi hahaha” “yaa! oppa, kau ini percaya diri sekali sih! aku ini sedang memikirkan tugas sekolahku tau huhh” jawabku kesal, sial kenapa aku jadi salah tingkah begini. “yah sayang sekali padahal JinRi selalu dipikiranku” katanya singkat namun membuat mataku terbelalak. “he? apa oppa?” tanyaku memastikan ucapan Ryeowook oppa tadi. “ahh anniya JinRi, sepertinya oppa harus pulang ini sudah malam” jawabnya lalu membungkukan badan kepadaku, ahh ini sangat membuatku penasaran . “o-ohh ne oppa, ahh gomawo untuk hari ini” kataku lalu memandang wajahnya yang tiba-tiba juga kami jadi saling berpandangan. “mhh jaga dirimu baik-baik, jangan lupa kunci semua pintu sebelum tidur. oppa pulang yaa” pamitnya setelah sukses meninggalkan banyak pertanyaan dibenak ku.
Yaa apa yang dia katakan tadi itu apa benar atau aku salah dengar? “yah sayang sekali padahal JinRi selalu dipikiranku” apa maksudnya Ryeowook oppa berkata seperti itu. Fiuhhh aku jadi semakin jatuh cinta padanya, mudah-mudahan kata-katanya tadi adalah pertanda baik . Pertanda baik kalau perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan.
JinRi pov end

Ryeowook pov
“dari mana saja kau?” sapa appa ku saat aku baru saja pulang dari rumah JinRi. “aku dari rumah JinRi, dia memintaku untuk membantu tugas sekolahnya” kataku berbohong. “baguslah, asal jangan membantunya membuatkan makanan!” huaaah rasanya deg-degan saat appa ku bicara seperti itu. “aku akan pergi mandi” jawabku kemudian berlalu dari hadapan beliau.
Aku memang ingin sekali bisa sekolah jurusan memasak setelah lulus SMA tapi apa daya appa ku tidak setuju. Appa ku adalah seorang dokter, dia ingin aku mengikuti jejaknya menjadi seorang dokter. Meski dipastikan aku tidak akan pernah menjadi chef seperti impianku, tapi aku bahagia masih bisa memasak dan mencoba resep-resep makanan bersama JinRi. JinRi adalah yeoja manis yang ku kenal baik atau mungkin sekarang aku telah menyukainya? Hanya dia yang mendukungku dalam soal memasak.
^^^^^
“cepat pergi, kalau kau tidak mau ketahuan appa mu!” perintah eomma ku ketika aku membantunya menyiapkan sarapan pagi. “ne eomma, aku hanya mengkombinasikan selai saja kok” jawabku kemudian pergi dari dapur. Sebenarnya eomma ku tidak masalah kalau aku suka memasak tapi mungkin karena takut dengan appa ku jadi eomma tidak bisa membelaku.
“JinRi, ini aku ada roti panggang isi blackberry. bawa yaa untuk bekal sekolah” sapaku kepada JinRi saat bertemu di depan rumahku dan memberikannya roti panggang buatanku. “mwo? blackberry hahaha android saja sekalian oppa” jawabnya sambil terkikik. “kenapa kau tertawa JinRi? ini isi selai kopi yang warna selainya hitam dan di dalamnya ada potongan buah berry jadi kunamakan roti isi blackberry” jelasku panjang lebar sambil menggaruk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. “ahaha lucu sekali oppa, tapi sepertinya lezat. ini untuk ku?” ucapnya sambil tersenyum manis ke arahku. “ne, kalau rasanya tidak enak buang saja” kataku memelas. “anni, apapun yang oppa buat pasti enak” jawabnya mantap. “huhh kau bisa saja JinRi, kalau begitu cepat pergi sekolah” kemudian JinRi pun pergi dari hadapanku pagi itu.
Senang sekali rasanya kalau pagi-pagi saja sudah bisa melihat senyumnya. Wookie apa yang kau pikirkan, apa kau benar-benar menyukainya???
Ryeowook pov end

Author pov
“oppa kenapa kau murung begitu?” sapa JinRi kepada Ryeowook yang sedang duduk murung di taman dekat komplek. “gwaencahana, kau kenapa bisa disini?” jawabnya sambil mempersilahkan JinRi untuk duduk sejajar dengannya. “aku setiap sore memang senang pergi ke taman, lalu oppa sedang apa disini? tumben sekali” tanya JinRi yang merasa heran. “JinRi, aku baru saja bertengkar dengan appa ku” jawab Wookie dengan nada lemah. “soal memasak yaa? pasti karena ketauan sedang memasak, benar tidak?” tanya JinRi dengan hati-hati.
“JinRi kenapa kau selalu saja tau masalahku itu huuh” jawab Wookie memelas. “haha oppa, aku ini sudah lama mengenalmu, aku hafal sekali kalau oppa bertengkar dengan paman Kim itu karena kau ketauan memasak” jelasnya panjang lebar. “eotteohke, aku sudah tidak sanggup lagi JinRi selalu menuruti apa yang appa ku mau” keluhnya pada JinRi dan refleks menyandarkan kepalanya di bahu JinRi.
Author pov end

JinRi pov
Apa? aku kenapa jadi deg-degan begini? Ryeowook oppa sedang menyandarkan kepalanya dibahuku. “o-oppa, aku yakin oppa pasti bisa menyeleseikan masalah oppa” ucapku sekenanya karena aku sedang salah tingkah. “bagaimana caranya, apa aku harus kabur dari rumah?” jawabnya yang membuatku terkejut. “haiissh apa-apaan kau ini, tidak seperti itu oppa cara menyelesaikannya” bentak ku kesal terhadap apa yang baru saja Wookie oppa ucapkan. “lalu apa? sepertinya hanya dengan bersamamu saja JinRi aku bisa melakukan apa yang aku mau” ucapnya kemudian Wookie oppa memegang kedua pundak ku dan sekarang kami saling berpandangan.
“o-oppa jangan melihatku seperti itu” kataku saat Ryeowook oppa terus memandang kedua mataku. “JinRi, katakan kalau kau mencintaiku” apa? Ryeowook oppa berkata apa? ahh aku tidak percaya ini, apa aku mimpi? sungguh aku tidak tau harus bagaimana menjawabnya, aku malu dan mungkin sekarang wajahku sudah memerah bagai kepiting rebus.
“saranghaeyo  Park JinRi” ucapnya sambil menatapku serius. “o-oppa kenapa kau mencintaiku?” jawabku agak gagap. “karena kau selalu mengerti aku, dan aku tidak bisa kehilangan yeoja sepertimu” jelasnya serius lalu langsung memeluk ku. “hey hey kalian pacaran yaa? hahaha” wajahku mungkin sudah memerah tersipu malu saat anak-anak kecil ditaman itu meledek ku dan Wookie saat berpelukan. “oppa aku malu” kataku singkat. “haha biar saja, biar mereka tau kalau aku sungguh-sungguh mencintaimu Park JinRi”
“jadi kau menerima cintaku atau tidak?” sambungnya lagi saat aku belum siap menjawabnya karena aku masih menahan malu. Bagaimana tidak, anak-anak kecil itu malah menonton kami berdua. “na- na ddo, oppa” jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku. “ucapkan yang jelas JinRi, jangan tutupi wajahmu” pintanya dengan nada seperti meledek ku. “yaa! saranghaeyo Kim Ryeowook” kataku dengan cepat.
Sore itu ditaman, yaa aku resmi berpacaran dengan Ryeowook oppa disaksikan anak-anak kecil huhh sungguh tidak romantis tapi ini membuatku lega dan bahagia karena perasaanku ternyata sama dengan apa yang oppa rasakan.
JinRi pov end

Ryeowook pov
Weekend yang indah, hari ini aku akan memasak bersama JinRi dirumahnya. Masalah appaku, haah sudahlah biarkan saja. Yang terpenting adalah sekarang aku sudah memiliki yeojachingu yang selalu mendukung dan mengerti aku.
“alasan apa lagi yang oppa berikan kepada paman Kim?” tanya JinRi kepadaku saat aku baru sampai dirumahnya. “aku bilang kepada appa ku kalau aku kerumahmu untuk membantu tugas sekolahmu” jawabku sambil memainkan rambutnya yang halus. “aku tidak mau oppa berbohong terus pada paman Kim!” katanya dengan nada kesal. “kalau tidak seperti itu, bagaimana aku bisa menemui chagi ku” jawabku sambil merayu. “yasudah, ayo kita kedapur” ajaknya dengan semangat.
“sekarang kita masak apa yaa oppa?” katanya sambil mengetuk-ngetuk bibir imutnya dengan jari telunjuknya. “karena ada banyak sayuran, bagaimana kalau kita membuat sup?” tawarku kepada JinRi yang sebenarnya tidak suka sayuran. “ahh oppa, kenapa sup? ganti saja dengan ayam rica-rica” jawabnya di akhiri dengan menggembungkan pipinya, itu membuatku gemas melihatnya. “haha JinRi kau harus banyak makan sayuran, kau kan pernah bilang katanya apapun yang oppa masak pasti JinRi suka”  ucapku meledek. “ahh ya sudah, tapi rasanya harus lezat!”
Aku terbiasa memasak dengan tidak banyak persiapan, yaa seperti sekarang ini. Aku memasak dari bahan-bahan yang seadanya, ada banyak sayuran yang akan ku masak dan belum tau sup seperti apa yang akan ku buat.
“oppa kenapa kau masukan susu cair nya?” protesnya disela-sela kegiatanku mengaduk sup yang sedang kami buat. “ini supaya rasanya creammy” jawabku asal, karena aku juga memasak hanya berdasarkan feeling ku saja. “rasanya seperti apa yaa, awas saja kau oppa kalau rasanya tidak enak” gerutunya lagi. “tenang saja chagiya, akan ada rasa manis di supnya seperti ini ...” aku mencium bibirnya singkat. “yaa! oppa! apa yang baru saja kau lakukan!” bentaknya kesal namun pipinya memerah, haha aku gemas melihatnya. “pipimu merah chagiya haha” aku meneruskan kembali mengaduk sup yang sedang menggolak-golak di atas kompor.
^^^^^
“eotteohke?” tanyaku penasaran menunggu jawaban dari JinRi tentang rasa masakanku. “hmm kuah supnya aku suka oppa” jawabnya riang. “jinja?” tanya ku memastikan. “ne aku tidak bohong, sup ini cocok sekali untuk sajian di musim dingin” katanya sambil menyendok kuah sup lagi. “iya, tapi makan sayurannya” perintahku dengan lembut supaya dia mau memakan sayuran. “ne ne, huuh”  jawabnya kesal. Hahaha aku hanya tertawa karena melihat wajahnya yang lucu saat mencoba memakan sayuran. Tampak sekali seperti orang yang ingin muntah saat menyuap brokoli. “haha chagiya sayuran itu sehat, kau harus habiskan! oppa tidak mau tau!” kataku sambil terkikik. “yaa! oppa huhh”
Ryeowook pov end

Author pov
“oppa, bagaimana masalah oppa dengan paman Kim?” tanya JinRi setelah selesai mencuci piring berdua bersama Ryeowook. “hhh oppa sudah minta maaf dengan appa, oppa menyerah” jawabnya sambil menundukan kepalanya. “menyerah bagaimana maksud oppa?” tanya JinRi lagi penasaran. “oppa akan tetap kuliah jurusan kedokteran” ucap Ryeowook dengan nada pelan. “hmm tapi ada baiknya kalau oppa bicarakan lagi dengan paman” “bicarakan apa lagi, masalahnya sudah selesai” jawab Ryeowook memelas.
“bicarakan pada paman kalau oppa boleh terus memasak, bilang pada paman kalau selama ini oppa sudah menuruti apa yang paman Kim mau dan oppa ingin paman menuruti apa yang oppa inginkan” jelas JinRi panjang lebar dan penuh semangat. “maksudmu aku harus bilang lagi kalau aku tidak mau kuliah kedokteran, begitu?” Ryeowook menghela nafasnya karena tidak yakin dengan saran pacarnya itu. “bukan seperti itu!” ucap JinRi sedikit kesal karena Ryeowook tidak memahami ucapannya. “lalu apa maksudmu chagi?” lanjut Ryeowook. “oppa tetap kuliah jurusan kedokteran tapi oppa juga harus tetap memasak!” jelas JinRi sekali lagi dengan penuh semangat.
Author pov end

Ryeowook pov
“apa??? appa tidak suka laki-laki yang senang didapur, itu pekerjaan wanita!!” bentak appaku, saat aku sedang menjalankan saran dari pacarku.
 “cihh appa sudah menduga kalau selama ini kau pergi kerumah JinRi untuk memasak, dasar anak tidak sopan! beraninya membohongiku!” lanjutnya lagi membentak ku.
Malam itu aku memang sudah berkata jujur kalau selama ini aku memasak dirumah pacarku JinRi. “appa jebal, aku sudah menuruti appa untuk masuk jurusan kedokteran tapi kali ini aku hanya ingin appa membiarkanku memasak sesuka hatiku dengan leluasa dirumah ini” pintaku memelas.
Ryeowook pov end

Author pov
“eotteohke?” tanya JinRi yang sudah penasaran karena dari semalam hatinya tidak tenang. “haaaa chagiya aku sangat menyayangimu!” bukannya menjawab Ryeowook malah memeluk JinRi dan sontak membuat JinRi jadi merasa bingung. “yaa! oppa kenapa tidak nyambung? jangan-jangan paman Kim tetap tidak menyetujui keinginan oppa ya?” tanya JinRi lagi yang semakin penasaran dengan tingkah anehnya Ryeowook.
“anniya, saran mu berhasil chagi!” jawab Ryeowook riang disambut tawa riang oleh JinRi. “jeongmalyo oppa?? ahh ceritakan padaku, aku penasaran bagaimana kejadiannya??” pinta JinRi tidak sabar ingin mendengar cerita Ryeowook. “yaa pada akhirnya appa mengijinkanku untuk tetap memasak, dan kau tau tidak kenapa appa menentang hobi ku ini??” ucap Ryeowook yang di respon dengan gelengan kepala JinRi. “appa ku itu sebenarnya juga sama seperti aku, beliau juga ternyata hobi memasak tapi karena dulu kakek dan nenek tidak suka dengan kelakuan appaku yang selalu senang berkreasi didapur makanya appa ku sering sekali disiksa, hmm jadilah appa ku membenci soal masak memasak” jelas Ryeowook panjang lebar membuat JinRi mengangguk dan terlihat wajah JinRi seperti orang terkejut. “kau kenapa chagi, kenapa ekspresimu begitu?” tanya Ryeowook penasaran. “anniya, aku hanya tidak menyangka saja ternyata paman Kim punya masa lalu yang lumayan buruk” jawab JinRi yang masih memasang wajah terkejutnya itu. “hmm oppa juga tidak menyangka. tapi oppa punya kabar bahagia lagi” katanya sambil senyum-senyum ke arah JinRi. “apa?” ucap JinRi singkat.
“oppa akan sekolah memasak! appa sendiri yang menyuruh oppa masuk sekolah memasak” ucapan Ryeowook tadi sontak membuat senyum lebar diwajah JinRi. “jinja?? ye ye yeahh” JinRi terlihat riang dan bersemangat. “kau senang mendengarnya chagi?” sambung Ryeowook sambil mengelus rambut JinRi. “tentu saja senang, aku lega oppa bisa mewujudkan apa yang oppa mau” jawabnya sambil tersenyum. “gomawo Park JinRi” “cheonma oppa, teruslah memasak!” kemudian mereka saling berpelukan.
Akhirnya keinginan Ryeowook pun terwujud berkat dukungan JinRi selama ini dan Ryeowook tidak sungkan dan tidak mencuri-curi kesempatan lagi untuk memasak dirumahnya sendiri. Kini Ryeowook sudah leluasa untuk berkreasi dengan masakannya sendiri, bahkan sekarang Ryeowook lah yang selalu memasak dan menyiapkan makanan untuk orang-orang dirumahnya.

END


Tidak ada komentar:

Posting Komentar