Author : Regina Bella
Tittle : Cooking!
Genre : Romance
Rating : PG
Length : One Shoot
Main
Cast : Kim Ryeowook
Park JinRi
hello, ini ff gue yang gue lombain tapi ampe sekarang belom ada pengumumannya. wkwkw yaudah gue post aja takut gak sempet nanti ^^ o iyah, saengil chukkhaeyo buat Ryeowook oppa ^^
no bash no plagiat, ok. alhamdulillah deh kalo ada yg baca ni ff abal :p
hello, ini ff gue yang gue lombain tapi ampe sekarang belom ada pengumumannya. wkwkw yaudah gue post aja takut gak sempet nanti ^^ o iyah, saengil chukkhaeyo buat Ryeowook oppa ^^
no bash no plagiat, ok. alhamdulillah deh kalo ada yg baca ni ff abal :p
Author pov
“wookie oppa~” teriak JinRi dari kejauhan memanggil
nama Ryeowook teman satu komplek diperumahannya. “aaah JinRi, wae?” jawab
Ryeowook saat menghentikan langkahnya menoleh ke arah suara JinRi. “anni, sudah
lama kita tidak memasak bersama dirumahku” ucap JinRi diakhiri senyum manisnya
memulai obrolan mereka. “mianhae, aku sibuk mengikuti test untuk masuk kuliah”
jawab Wookie yang juga diiringi senyum imutnya. “aku rindu jajangmyun buatanmu”
sambung JinRi lagi. “ahh bagaimana kalau besok sore aku kerumahmu untuk
memasak?” tawar Wookie yang tentu saja membuat JinRi menggangguk senang.
“jeongmalyo? ne ne tentu saja aku mau, kebetulan eomma dan appa ku sedang ke
luar negeri” ucap JinRi riang.
Ryeowook dan JinRi memang dekat sejak pertemuan
mereka di supermarket, dari situlah JinRi mengetahui hobi Ryeowook yang suka
sekali memasak sedangkan JinRi merasa tertarik untuk belajar memasak dari
Ryeowook. Mereka sudah sering memasak bersama di rumah JinRi, yaa mereka tidak
pernah masak bersama dirumah Ryeowook karena orang tua Ryeowook tidak suka
anaknya memiliki hobi memasak. Jadi selama ini Ryeowook berbohong kepada orang
tuanya bahwa sebenarnya Ryeowook masih sering melakukan hobinya yaitu memasak.
Author
pov end
JinRi
pov
“oppa, kenapa tidak sekolah memasak saja? aku ingin
melihat oppa menjadi chef” tanyaku kepada namja yang sedang sibuk membuat
jajangmyun, namja yang juga aku sukai karena kelembutannya. “haha kau tau
masalahku kan JinRi. untung ada kau, jadi aku masih bisa terus memasak” jawab
Ryeowook oppa yang selalu diakhiri dengan senyum yang membuat wajahnya semakin
terlihat imut. “yaa! sampai kapan oppa hanya menuruti kehendak orang tua oppa?
oppa kan suka memasak kenapa oppa harus kuliah jurusan kedokteran seperti paman
Kim” kataku panjang lebar. “hmm ini sudah jadi, ayo sekarang kita cicipi”
haiissh selalu saja begitu setiap ditanya mengenai masalah keinginannya pasti
selalu mengalihkan pembicaraan.
“oppa ini lezat sekali!” seruku saat mencicipi
jajangmyun buatan Ryeowook oppa. “ahh kau berlebihan JinRi, tapi gomawo yaa karena
selalu bersedia mencicipi masakanku” jawabnya sambil mengacak pelan poniku.
“oppa ..” panggilku di tengah keheningan. “ne?”
jawabnya singkat. “aku ... ah tidak jadi oppa” “hasissh kau ini, yasudah aku ke
dapur dulu” katanya sambil membawa piring-piring kotor ke dapur.
Sebenarnya tadi itu aku mau mengungkapkan isi hati
ku ke pada Ryeowook oppa. Aku masih malu untuk bilang kalau aku suka padanya.
Aku suka pada Ryeowook oppa karena dia berbeda dengan namja-namja lain, dia
selalu berkata lembut dan ramah pada gadis-gadis, orangnya juga sabar dan sopan.
Selain itu dia namja hebat karena dia pintar memasak, padahal aku sendiri tidak
bisa memasak makanan selezat yang oppa buat.
“hey jangan melamun!” sapa Ryeowook oppa membuyarkan
lamunanku tadi. “ahaha oppa, siapa yang melamun huhh” jawabku sekenanya.
“bohong, kau sedang memikirkan oppa yaa?” tanyanya meledek namun itu benar
adanya, dan seketika aku merasa sedang menahan senyum karena malu. “tuh pipimu
merah, benar saja seorang Ryeowook sedang ada dipikiran Park JinRi hahaha”
“yaa! oppa, kau ini percaya diri sekali sih! aku ini sedang memikirkan tugas
sekolahku tau huhh” jawabku kesal, sial kenapa aku jadi salah tingkah begini.
“yah sayang sekali padahal JinRi selalu dipikiranku” katanya singkat namun
membuat mataku terbelalak. “he? apa oppa?” tanyaku memastikan ucapan Ryeowook
oppa tadi. “ahh anniya JinRi, sepertinya oppa harus pulang ini sudah malam”
jawabnya lalu membungkukan badan kepadaku, ahh ini sangat membuatku penasaran .
“o-ohh ne oppa, ahh gomawo untuk hari ini” kataku lalu memandang wajahnya yang
tiba-tiba juga kami jadi saling berpandangan. “mhh jaga dirimu baik-baik,
jangan lupa kunci semua pintu sebelum tidur. oppa pulang yaa” pamitnya setelah
sukses meninggalkan banyak pertanyaan dibenak ku.
Yaa apa yang dia katakan tadi itu apa benar atau aku
salah dengar? “yah sayang sekali padahal JinRi selalu dipikiranku” apa
maksudnya Ryeowook oppa berkata seperti itu. Fiuhhh aku jadi semakin jatuh
cinta padanya, mudah-mudahan kata-katanya tadi adalah pertanda baik . Pertanda
baik kalau perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan.
JinRi
pov end
Ryeowook
pov
“dari mana saja kau?” sapa appa ku saat aku baru
saja pulang dari rumah JinRi. “aku dari rumah JinRi, dia memintaku untuk
membantu tugas sekolahnya” kataku berbohong. “baguslah, asal jangan membantunya
membuatkan makanan!” huaaah rasanya deg-degan saat appa ku bicara seperti itu.
“aku akan pergi mandi” jawabku kemudian berlalu dari hadapan beliau.
Aku memang ingin sekali bisa sekolah jurusan memasak
setelah lulus SMA tapi apa daya appa ku tidak setuju. Appa ku adalah seorang
dokter, dia ingin aku mengikuti jejaknya menjadi seorang dokter. Meski
dipastikan aku tidak akan pernah menjadi chef seperti impianku, tapi aku
bahagia masih bisa memasak dan mencoba resep-resep makanan bersama JinRi. JinRi
adalah yeoja manis yang ku kenal baik atau mungkin sekarang aku telah
menyukainya? Hanya dia yang mendukungku dalam soal memasak.
^^^^^
“cepat pergi, kalau kau tidak mau ketahuan appa mu!”
perintah eomma ku ketika aku membantunya menyiapkan sarapan pagi. “ne eomma,
aku hanya mengkombinasikan selai saja kok” jawabku kemudian pergi dari dapur.
Sebenarnya eomma ku tidak masalah kalau aku suka memasak tapi mungkin karena
takut dengan appa ku jadi eomma tidak bisa membelaku.
“JinRi, ini aku ada roti panggang isi blackberry.
bawa yaa untuk bekal sekolah” sapaku kepada JinRi saat bertemu di depan rumahku
dan memberikannya roti panggang buatanku. “mwo? blackberry hahaha android saja
sekalian oppa” jawabnya sambil terkikik. “kenapa kau tertawa JinRi? ini isi
selai kopi yang warna selainya hitam dan di dalamnya ada potongan buah berry
jadi kunamakan roti isi blackberry” jelasku panjang lebar sambil menggaruk
kepalaku yang sebenarnya tidak gatal. “ahaha lucu sekali oppa, tapi sepertinya
lezat. ini untuk ku?” ucapnya sambil tersenyum manis ke arahku. “ne, kalau
rasanya tidak enak buang saja” kataku memelas. “anni, apapun yang oppa buat
pasti enak” jawabnya mantap. “huhh kau bisa saja JinRi, kalau begitu cepat
pergi sekolah” kemudian JinRi pun pergi dari hadapanku pagi itu.
Senang sekali rasanya kalau pagi-pagi saja sudah
bisa melihat senyumnya. Wookie apa yang kau pikirkan, apa kau benar-benar
menyukainya???
Ryeowook
pov end
Author
pov
“oppa kenapa kau murung begitu?” sapa JinRi kepada
Ryeowook yang sedang duduk murung di taman dekat komplek. “gwaencahana, kau
kenapa bisa disini?” jawabnya sambil mempersilahkan JinRi untuk duduk sejajar
dengannya. “aku setiap sore memang senang pergi ke taman, lalu oppa sedang apa
disini? tumben sekali” tanya JinRi yang merasa heran. “JinRi, aku baru saja
bertengkar dengan appa ku” jawab Wookie dengan nada lemah. “soal memasak yaa?
pasti karena ketauan sedang memasak, benar tidak?” tanya JinRi dengan
hati-hati.
“JinRi kenapa kau selalu saja tau masalahku itu
huuh” jawab Wookie memelas. “haha oppa, aku ini sudah lama mengenalmu, aku
hafal sekali kalau oppa bertengkar dengan paman Kim itu karena kau ketauan
memasak” jelasnya panjang lebar. “eotteohke, aku sudah tidak sanggup lagi JinRi
selalu menuruti apa yang appa ku mau” keluhnya pada JinRi dan refleks
menyandarkan kepalanya di bahu JinRi.
Author
pov end
JinRi
pov
Apa? aku kenapa jadi deg-degan begini? Ryeowook oppa
sedang menyandarkan kepalanya dibahuku. “o-oppa, aku yakin oppa pasti bisa
menyeleseikan masalah oppa” ucapku sekenanya karena aku sedang salah tingkah.
“bagaimana caranya, apa aku harus kabur dari rumah?” jawabnya yang membuatku
terkejut. “haiissh apa-apaan kau ini, tidak seperti itu oppa cara
menyelesaikannya” bentak ku kesal terhadap apa yang baru saja Wookie oppa
ucapkan. “lalu apa? sepertinya hanya dengan bersamamu saja JinRi aku bisa melakukan
apa yang aku mau” ucapnya kemudian Wookie oppa memegang kedua pundak ku dan
sekarang kami saling berpandangan.
“o-oppa jangan melihatku seperti itu” kataku saat
Ryeowook oppa terus memandang kedua mataku. “JinRi, katakan kalau kau
mencintaiku” apa? Ryeowook oppa berkata apa? ahh aku tidak percaya ini, apa aku
mimpi? sungguh aku tidak tau harus bagaimana menjawabnya, aku malu dan mungkin
sekarang wajahku sudah memerah bagai kepiting rebus.
“saranghaeyo Park JinRi” ucapnya sambil menatapku serius.
“o-oppa kenapa kau mencintaiku?” jawabku agak gagap. “karena kau selalu
mengerti aku, dan aku tidak bisa kehilangan yeoja sepertimu” jelasnya serius lalu
langsung memeluk ku. “hey hey kalian pacaran yaa? hahaha” wajahku mungkin sudah
memerah tersipu malu saat anak-anak kecil ditaman itu meledek ku dan Wookie
saat berpelukan. “oppa aku malu” kataku singkat. “haha biar saja, biar mereka
tau kalau aku sungguh-sungguh mencintaimu Park JinRi”
“jadi kau menerima cintaku atau tidak?” sambungnya
lagi saat aku belum siap menjawabnya karena aku masih menahan malu. Bagaimana
tidak, anak-anak kecil itu malah menonton kami berdua. “na- na ddo, oppa”
jawabku sambil menutup wajahku dengan kedua tanganku. “ucapkan yang jelas
JinRi, jangan tutupi wajahmu” pintanya dengan nada seperti meledek ku. “yaa!
saranghaeyo Kim Ryeowook” kataku dengan cepat.
Sore itu ditaman, yaa aku resmi berpacaran dengan
Ryeowook oppa disaksikan anak-anak kecil huhh sungguh tidak romantis tapi ini
membuatku lega dan bahagia karena perasaanku ternyata sama dengan apa yang oppa
rasakan.
JinRi
pov end
Ryeowook
pov
Weekend yang indah, hari ini aku akan memasak
bersama JinRi dirumahnya. Masalah appaku, haah sudahlah biarkan saja. Yang
terpenting adalah sekarang aku sudah memiliki yeojachingu yang selalu mendukung
dan mengerti aku.
“alasan apa lagi yang oppa berikan kepada paman
Kim?” tanya JinRi kepadaku saat aku baru sampai dirumahnya. “aku bilang kepada
appa ku kalau aku kerumahmu untuk membantu tugas sekolahmu” jawabku sambil
memainkan rambutnya yang halus. “aku tidak mau oppa berbohong terus pada paman
Kim!” katanya dengan nada kesal. “kalau tidak seperti itu, bagaimana aku bisa
menemui chagi ku” jawabku sambil merayu. “yasudah, ayo kita kedapur” ajaknya
dengan semangat.
“sekarang kita masak apa yaa oppa?” katanya sambil
mengetuk-ngetuk bibir imutnya dengan jari telunjuknya. “karena ada banyak
sayuran, bagaimana kalau kita membuat sup?” tawarku kepada JinRi yang
sebenarnya tidak suka sayuran. “ahh oppa, kenapa sup? ganti saja dengan ayam
rica-rica” jawabnya di akhiri dengan menggembungkan pipinya, itu membuatku
gemas melihatnya. “haha JinRi kau harus banyak makan sayuran, kau kan pernah
bilang katanya apapun yang oppa masak pasti JinRi suka” ucapku meledek. “ahh ya sudah, tapi rasanya
harus lezat!”
Aku terbiasa memasak dengan tidak banyak persiapan,
yaa seperti sekarang ini. Aku memasak dari bahan-bahan yang seadanya, ada
banyak sayuran yang akan ku masak dan belum tau sup seperti apa yang akan ku
buat.
“oppa kenapa kau masukan susu cair nya?” protesnya
disela-sela kegiatanku mengaduk sup yang sedang kami buat. “ini supaya rasanya
creammy” jawabku asal, karena aku juga memasak hanya berdasarkan feeling ku
saja. “rasanya seperti apa yaa, awas saja kau oppa kalau rasanya tidak enak”
gerutunya lagi. “tenang saja chagiya, akan ada rasa manis di supnya seperti ini
...” aku mencium bibirnya singkat. “yaa! oppa! apa yang baru saja kau lakukan!”
bentaknya kesal namun pipinya memerah, haha aku gemas melihatnya. “pipimu merah
chagiya haha” aku meneruskan kembali mengaduk sup yang sedang menggolak-golak
di atas kompor.
^^^^^
“eotteohke?” tanyaku penasaran menunggu jawaban dari
JinRi tentang rasa masakanku. “hmm kuah supnya aku suka oppa” jawabnya riang.
“jinja?” tanya ku memastikan. “ne aku tidak bohong, sup ini cocok sekali untuk
sajian di musim dingin” katanya sambil menyendok kuah sup lagi. “iya, tapi
makan sayurannya” perintahku dengan lembut supaya dia mau memakan sayuran. “ne
ne, huuh” jawabnya kesal. Hahaha aku
hanya tertawa karena melihat wajahnya yang lucu saat mencoba memakan sayuran.
Tampak sekali seperti orang yang ingin muntah saat menyuap brokoli. “haha
chagiya sayuran itu sehat, kau harus habiskan! oppa tidak mau tau!” kataku
sambil terkikik. “yaa! oppa huhh”
Ryeowook
pov end
Author
pov
“oppa, bagaimana masalah oppa dengan paman Kim?”
tanya JinRi setelah selesai mencuci piring berdua bersama Ryeowook. “hhh oppa
sudah minta maaf dengan appa, oppa menyerah” jawabnya sambil menundukan
kepalanya. “menyerah bagaimana maksud oppa?” tanya JinRi lagi penasaran. “oppa
akan tetap kuliah jurusan kedokteran” ucap Ryeowook dengan nada pelan. “hmm
tapi ada baiknya kalau oppa bicarakan lagi dengan paman” “bicarakan apa lagi,
masalahnya sudah selesai” jawab Ryeowook memelas.
“bicarakan pada paman kalau oppa boleh terus
memasak, bilang pada paman kalau selama ini oppa sudah menuruti apa yang paman
Kim mau dan oppa ingin paman menuruti apa yang oppa inginkan” jelas JinRi
panjang lebar dan penuh semangat. “maksudmu aku harus bilang lagi kalau aku
tidak mau kuliah kedokteran, begitu?” Ryeowook menghela nafasnya karena tidak
yakin dengan saran pacarnya itu. “bukan seperti itu!” ucap JinRi sedikit kesal
karena Ryeowook tidak memahami ucapannya. “lalu apa maksudmu chagi?” lanjut
Ryeowook. “oppa tetap kuliah jurusan kedokteran tapi oppa juga harus tetap
memasak!” jelas JinRi sekali lagi dengan penuh semangat.
Author
pov end
Ryeowook
pov
“apa??? appa tidak suka laki-laki yang senang
didapur, itu pekerjaan wanita!!” bentak appaku, saat aku sedang menjalankan
saran dari pacarku.
“cihh appa
sudah menduga kalau selama ini kau pergi kerumah JinRi untuk memasak, dasar
anak tidak sopan! beraninya membohongiku!” lanjutnya lagi membentak ku.
Malam itu aku memang sudah berkata jujur kalau
selama ini aku memasak dirumah pacarku JinRi. “appa jebal, aku sudah menuruti
appa untuk masuk jurusan kedokteran tapi kali ini aku hanya ingin appa
membiarkanku memasak sesuka hatiku dengan leluasa dirumah ini” pintaku memelas.
Ryeowook
pov end
Author
pov
“eotteohke?” tanya JinRi yang sudah penasaran karena
dari semalam hatinya tidak tenang. “haaaa chagiya aku sangat menyayangimu!”
bukannya menjawab Ryeowook malah memeluk JinRi dan sontak membuat JinRi jadi
merasa bingung. “yaa! oppa kenapa tidak nyambung? jangan-jangan paman Kim tetap
tidak menyetujui keinginan oppa ya?” tanya JinRi lagi yang semakin penasaran
dengan tingkah anehnya Ryeowook.
“anniya, saran mu berhasil chagi!” jawab Ryeowook
riang disambut tawa riang oleh JinRi. “jeongmalyo oppa?? ahh ceritakan padaku,
aku penasaran bagaimana kejadiannya??” pinta JinRi tidak sabar ingin mendengar
cerita Ryeowook. “yaa pada akhirnya appa mengijinkanku untuk tetap memasak, dan
kau tau tidak kenapa appa menentang hobi ku ini??” ucap Ryeowook yang di respon
dengan gelengan kepala JinRi. “appa ku itu sebenarnya juga sama seperti aku,
beliau juga ternyata hobi memasak tapi karena dulu kakek dan nenek tidak suka
dengan kelakuan appaku yang selalu senang berkreasi didapur makanya appa ku
sering sekali disiksa, hmm jadilah appa ku membenci soal masak memasak” jelas
Ryeowook panjang lebar membuat JinRi mengangguk dan terlihat wajah JinRi
seperti orang terkejut. “kau kenapa chagi, kenapa ekspresimu begitu?” tanya
Ryeowook penasaran. “anniya, aku hanya tidak menyangka saja ternyata paman Kim
punya masa lalu yang lumayan buruk” jawab JinRi yang masih memasang wajah
terkejutnya itu. “hmm oppa juga tidak menyangka. tapi oppa punya kabar bahagia
lagi” katanya sambil senyum-senyum ke arah JinRi. “apa?” ucap JinRi singkat.
“oppa akan sekolah memasak! appa sendiri yang menyuruh
oppa masuk sekolah memasak” ucapan Ryeowook tadi sontak membuat senyum lebar
diwajah JinRi. “jinja?? ye ye yeahh” JinRi terlihat riang dan bersemangat. “kau
senang mendengarnya chagi?” sambung Ryeowook sambil mengelus rambut JinRi.
“tentu saja senang, aku lega oppa bisa mewujudkan apa yang oppa mau” jawabnya
sambil tersenyum. “gomawo Park JinRi” “cheonma oppa, teruslah memasak!”
kemudian mereka saling berpelukan.
Akhirnya keinginan Ryeowook pun terwujud berkat
dukungan JinRi selama ini dan Ryeowook tidak sungkan dan tidak mencuri-curi
kesempatan lagi untuk memasak dirumahnya sendiri. Kini Ryeowook sudah leluasa
untuk berkreasi dengan masakannya sendiri, bahkan sekarang Ryeowook lah yang
selalu memasak dan menyiapkan makanan untuk orang-orang dirumahnya.
END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar