Author : Regina Bella a.k.a Song Yong Hee (@ReginaaBella)
Tittle : Heart
Genre : Family, Friendship
Rating : G
Main
Cast : Lee Hyorin
Lee Hyora
Lee Sungmin
Other
Cast : Kim Heechul
Choi Siwon
Cho Kyuhyun
hey ini ff baru lagi, tapi kayaknya part 2 nya agak lama untuk di luncurkan (?) yaa karna banyak ff yang mesti gue kerjain buat ikutan lomba hehe ^^ ff ini terinspirasi dari sebuah film The Greatest Love, tapi ceritanya gak sama kok sumpah deh wkwk. ini murni karya gue, NO PLAGIAT!! oke deh daripada banyak babibu mending baca ajah yaa, happy reading ^^
Hyorin
pov
Nama ku Lee Hyorin umurku 20 tahun, ini lah kisahku.
Aku tinggal ditengah keluarga yang berada, appa ku adalah pemilik perusahaan
Sendbill sedangkan eomma ku pemilik perusahaan Wine. Meski kaya raya tetapi
kami jarang berkumpul karena eomma dan appa ku sangat sibuk dengan pekerjaannya
masing-masing. Tapi aku tidak pernah kesepian, karena aku memiliki Sungmin oppa
dan Hyora saudara kembarku. Mereka adalah saudara kandungku yang sangat baik
dan perhatian. Hyora dan Sungmin oppa selalu menjagaku, dulu aku orang yang
sangat lemah dan tidak bisa melakukan banyak hal selain istirahat dan minum
obat setiap harinya. Tapi Hyora sudah pergi menghadap Tuhan dengan tetap
menjagaku, menjagaku dengan hatinya yang ada di tubuhku.
*Flashback
Hyora terlahir dengan kondisi fisik yang kuat
sedangkan aku terlahir dengan kondisi yang lemah, ada gangguan pada organ
hatiku.
“Hyorin, makanlah bubur ini! setelah itu kau minum
obatnya” Hyora membawakanku semangkuk bubur untuk sarapan pagi ini.
“ne, Hyora ...” panggilku ketika Hyora hendak keluar
dari kamarku.
“wae?” tanyanya dan menghentikan langkahnya lalu
menoleh ke arah ku.
“jangan lupa nanti beritahu aku apa saja yang kau
pelajari hari ini”
“ah ne, tentu saja. hmm nanti selesai makan kau
panggil saja oppa, kemarin dia yang menaruh obatmu” jawab Hyora di iringi
dengan senyumannya lalu pergi meninggalkan kamarku.
Hyora pergi kuliah sedangkan aku sejak lulus SMA
hanya beristirahat dirumah karena semakin lama kondisiku semakin meburuk. Aku
sering pingsan, batuk darah bahkan terkadang merasakan sakit yang luar biasa,
rasanya seperti mau mati saja.
Hyora mengambil jurusan kedokteran, dia pernah
berkata kepadaku alasan mengapa dia memilih jurusan itu. Dia bilang dia ingin
menjadi seorang dokter yang dapat menyembuhkan penyakitku. Hyora memang sangat
baik, aku beruntung memiliki saudara kembar seperti Hyora.
^^^^^
“Hyora sudah pulang, sekarang aku harus pergi untuk
meeting” ucap Sungmin oppa lalu mencium keningku.
“oppa ...” panggilku sebelum oppa pergi.
“gomawo” kataku lemah.
“untuk apa?” tanya nya balik. “untuk kau yang selalu
menemani dan menjagaku”
“cheonman, itu sudah menjadi kewajibanku sebagai
oppa mu” jawabnya dengan senyum aegyo.
Sungmin oppa memang kakak ku yang baik, dia selalu
menjagaku ditengah kesibukannya. Perhatiannya melebihi eomma dan appa ku,
sekarang saja eomma dan appa ku sedang diluar negeri mengurusi bisninsnya
masing-masing.
“Hyoriiinn ~” teriakan Hyora dari luar kamar yang
sudah pasti akan menghampiriku.
“eotteohge?” tanyaku langsung pada Hyora.
“hmm, tadi aku mempelajari organ tubuh . kau ingin
aku menjelaskannya?” ucap Hyora sambil membuka halaman demi halaman buku yang
dibawanya. “ne, aku ingin tau!” jawabku dengan riang.
Karna aku tidak kuliah maka aku belajar dengan
Hyora. Aku selalu meminta Hyora untuk menjelaskan apa saja yang sudah dipelajarinya
setiap hari.
“Hyora, bagaimana kalau tiba-tiba hatiku semakin
melemah?” potongku disela-sela penjelasannya.
“tidak, kau akan sembuh Hyorin!” jawabnya dengan
nada meninggi.
“tapi bagaimana kalau hatiku tidak sanggup lagi
bertahan?” ucapku lagi terkekeh.
“kau harus optimis, bertahanlah. Aku akan
menyembuhkanmu”
Hyora selalu memberikan jawaban yang baik ditengah rasa
pesimis ku. Karena dia selalu berkata bahwa dia yang akan menyembuhkanku, aku
percaya itu. Itulah kata-kata Hyora yang selalu membuatku semangat lagi
menjalani hidup.
^^^^^
Setiap malam sebelum tidur kami selalu berkumpul
dikamarku. Berbincang-bincang apa saja yang telah kami lakukan di hari itu.
“oppa tadi kau langsung pergi ya? kemana?” Hyora
memulai perbincangan kami malam ini.
“aku tadi ada meeting dengan rekan bisnis appa
karena appa kan sedang ada di Macau maka aku yang menggantikannya” jelas
Sungmin oppa panjang lebar, aku dan Hyora hanya menggangguk.
“ya! Hyorin kau membeli poster Siwon lagi ya?” tanya
Hyora yang mulai bawel dan tidak suka.
“ne, aku membelinya via online. Siwon terlihat
sempurna yaa dengan abs nya” jawabku dengan wajah sumringah.
Aku memang sangat menyukai Choi Siwon, dia adalah
aktor dan penyanyi terkenal di Seoul. Aku banyak mengoleksi poster, baju, gelas
dan lain-lain yang bergambar Siwon di kamarku.
“oppa lihatlah, bahkan kau lebih imut dari seorang
Siwon!” Hyora menunjuk-nunjuk poster Siwon yang menempel di dinding kamarku
sambil membandingkan dengan wajah Sungmin oppa.
“hey Hyora kenapa kau tidak menyukai Siwon sih ? dia
bahkan juga lebih tampan dari pada Heechul idola mu itu” ucapku dengan nada
kesal.
Lain dengan ku, Hyora sangat menyukai aktor dan
presenter terkenal Kim Heechul. Hyora juga banyak mengoleksi semua yang
berhubungan dengan Kim Heechul.
“alasanku .. karena Siwon itu terlalu sempurna,
kalau aku mengidolainya aku pasti akan gila sepertimu!” jawab Hyora disertai
ledekan.
“akhirnya kau mengakui kalau Siwon sempurna dari
pada Heechul idolamu itu, haha benarkan
oppa” ucapku sambil meminta dukungan kepada Sungmin oppa.
“haiish sudah sudah, lebih baik kalian mengidolakan
Sunny” jawab Sungmin oppa sambil menunjuk –nunjuk walpaper di ponselnya.
“tidak, KIM HEECHUL is mine! Dia memang tidak
setampan Siwon, tapi lihatlah karismanya!” sambung Hyora yang juga menunjukan
walpaper di ponselnya.
“hey sebentar, tapi Sunny itu siapa? yeojachingu mu
oppa?” tanyaku yang baru sadar dengan idola Sungmin oppa.
“iya, siapa Sunny? aku tidak pernah mendengarnya” saut Hyora mendukung
pertanyaanku.
“aaah kalian norak, Sunny itu member dari Girls
Generation!”
“hah siapa dia?” ucap Hyora kemudian kami saling
berpandangan.
“kalian sangat norak! masa tidak tau!” Sungmin oppa
mulai kesal.
“hahaha bukan kami yang norak, tapi idolamu tidak
terkenal” celetuk Hyora diiringi tawa kerasnya.
^^^^^
~keesokan harinya
“Hyorin jangan lupa sehabis makan langsung diminum
obatnya!” perintah Hyora sebelum pergi ke kampus.
Pagi ini seperti biasa setelah Hyora membawakan
sarapan ke kamarku dia langsung pergi kuliah, sementara oppa ku sedang asyik
didepan laptopnya mengerjakan proyek perusahaan. Biasanya setelah sarapan aku
pergi ke kamar Sungmin oppa kalau kondisiku sedang baik. Karena aku bosan di
kamarku terus.
“oppa ..” panggilku kepada Sungmin oppa yang sedang
serius dengan laptop dihadapannya.
“wae? kalau kau bosan nyalakan saja tv nya” jawabnya
tapi tetap tidak menoleh ke arahku yang sedang duduk dikasurnya.
“oppa, aku ingin ngobrol . bisakah pekerjaannya
dihentikan dulu?” pintaku dengan manja.
“arra, apa sih yang tidak untuk adikku tersayang”
ucapnya lalu menutup laptopnya.
“oppa, aku bosan dirumah, bagaimana kalau
mengobrolnya sambil jalan-jalan”
“kau ingin kemana?” tanyanya sambil mengelus
rambutku.
“ke taman saja yuk, aku ingin menghirup udara pagi
di musim semi”
“ayo kalau begitu kita ke taman” Sungmin oppa
langsung mengajak ku ke taman.
Kami pergi ke taman yang ada di dekat komplek perumahan kami. Aku
berjalan bergandengan dengan oppa ku, sesekali aku melepas genggamanku dari
tangan Sungmin oppa. Mengejar kupu-kupu yang bebas terbang kesana kemari, aku
ingin seperti kupu-kupu cantik itu . Tidak seperti aku yang tidak boleh keluar
sendirian, tidak boleh lelah sedikit.
“Hyoriiin~ jangan berlari-lari!” Sungmin oppa
berteriak sambil mengejarku.
“gwaenchana oppa, aku tetap fit!” ucapku sambil
tertawa sambil terus berlari.
“Hyorin berhentilah berlari, kau tidak boleh terlalu
lelah!”
BRUUUUUKKK!! Aku terjatuh karena tiba-tiba aku
merasakan sakit yang luar biasa.
“Hyorin kau tidak apa-apa?” sungmin oppa
menghampiriku dengan wajah yang panik.
“ahh oppa .... appo!” ucapku lirih dipangkuan oppa
ku merintih kesakitan.
“Hyorin kau pucat sekali! dimana yang sakit?”
tanyanya yang semakin panik.
“Hyorin bibirmu membiru, bertahanlah!”
Ditengah sakit dan sesaknya dadaku aku melihat Sungmin
oppa semakin panik dengan keadaanku. Aku melihat dia mulai menelpon seseorang,
pikirku antara Hyora dan Dokter Kyuhyun.
“Hyorin bertahanlah, aku sudah menelpon Hyora. Aku
akan membawamu kerumah sakit, kumohon bertahanlah!”
^^^^^
“kau sudah sadar Hyorin? Benar kau sadar!” suara
Sungmin oppa terdengar dan masih
samar-samar aku melihatnya.
“o-oppa ..” panggilku lirih.
“sudah kau jangan banyak bergerak, akan kupanggilkan
Dokter Kyu! jawabnya bersemangat.
Aku tau aku baru saja tersadar dan terbangun dari
tidur panjangku. Sebelumnya aku pernah mengalami ini, tapi Tuhan masih
memberiku kesempatan hidup lagi.
Biasanya Hyora selalu ada disampingku, tapi dimana
Hyora????
*Flashback end
Sekarang aku sudah benar-benar sembuh berkat Hyora.
Hyora memang benar-benar menyembuhkanku dengan caranya sendiri. Aku selalu
ingat kata-kata Hyora, kalau dialah yang akan menyembuhkanku. Kenapa dia rela
mendonorkan hatinya untukku???
“Hyorin” panggil seseorang yang membuyarkan
lamunanku, aku menoleh kearahnya.
“ah kau Dokter Kyu” ucapku sambil membungkukan
badanku kepada Dokter pribadiku.
“maaf sudah menunggu lama, ayo silahkan duduk
kembali!” perintahnya dengan senyum yang ramah.
Hari ini aku memang sengaja membuat janji dengan
Dokter Kyu untuk menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan hatiku.
“bagaiman keadaanmu sekarang?” ucapnya memulai
pembicaraan kami.
“baik-baik saja tapi ada sedikit masalah” jawabku
pelan.
“wae?”
“ah mmm, tidak jadi. Aku ingin menanyakan sesuatu”
“ya silahkan” Dokter Kyu kembali tersenyum ramah.
“a-aku ingin menanyakan keadaan Hyora waktu itu.
kenapa dia sampai rela mendonorkan hatinya untukku?”
Aku sengaja bertanya dengan Dokter Kyu karena setiap
aku bertanya kepada oppa ku dia tidak mau menceritakannya. Mungkin Sungmin oppa
tidak kuat untuk menceritakannya.
“ceritakan, jebal” pintaku memelas.
“arra... jadi waktu itu Hyora mengalami kecelakaan
saat menuju rumah sakit untuk melihat keadaanmu.
“lalu?” ucapku yang tidak sabaran.
“waktu itu Hyora mengalami luka dalam yang cukup
parah, Hyora juga kehilangan banyak darah” jelas Dokter Kyu panjang lebar.
“sebelum dia menghembuskan napas terakhirnya dia
berpesan kepadaku dan kakakmu Sungmin”
“pe-pesan apa?” jawabku terbata-bata.
“dia bilang kalau nyawanya tidak selamat dia akan
memberikan hatinya untukmu”
“hanya itu” kataku penasaran.
“aku tidak tau, tapi Hyora sempat mengobrol dengan
Sungmin sekitar setengah jam sebelum Hyora menghembuskan napas terakhirnya,
mungkin kau bisa tanyakan peda kakakmu”
^^^^^
Aku keluar dari ruangan Dokter Kyu dan menghampiri
oppa ku diruang tunggu.
“sudah selesai?” tanyanya dengan penuh kekawatiran.
“sudah, ayo kita pulang”
Selama diperjalanan pulang aku masih bertanya-tanya
dalam hati , apa sebenarnya pesan Hyora untukku yang disampaikan kepada Sungmin
oppa. Aku belum siap bertanya lagi, Sungmin oppa pasti tidak akan menjawab. Ah
mungkin cepat atau lambat dia pasti akan memberitahu.
Hyorin
pov end
Sungmin
pov
Sebentar lagi Hyorin berulangtahun. Tetapi Hyora
sudah tidak ada, aku rindu keceriannya. Seperti biasa setiap malam sebelum tidur
aku pasti ke kamar Hyorin meski Hyora sudah tidak ada.
“Hyorin, waeyo?” teriakku ketika baru masuk
kekamarnya mendapati Hyorin sedang menangis.
“oppa ..” Hyorin memelukku disertai isak tangisnya.
“kau kenapa? ceritakan apa yang terjadi padamu!” aku
menghapus air mata dipipinya yang terus menerus mengalir.
“oppa, apa kau masih sayang padaku?” ucapnya dengan
sesegukan.
“tentu saja, sampai kapanpun aku sayang pada adikku”
“tapi aku bersalah” Hyorin kembali mengeluarkan air
matanya dengan deras.
“apa maksudmu?” tanyaku mulai heran.
“andai saja waktu itu aku tidak berlari-lari ditaman
mungkin aku tidak akan dilarikan kerumah sakit. Hiks ... hiks ... dan Hyora
pasti tidak mengalami kecelakaan karena mengkawatirkan aku” tangis Hyorin
semakin pecah, aku memeluknya kembali.
“Hyorin ini bukan salahmu, ini sudah kehendak Tuhan”
ucapku sambil menenangkannya.
“tapi benarkah kau masih mau menjagaku meski aku
sudah sehat?” tanyanya dengan nada bergetar.
“tentu saja, sampai kapanpun aku akan menjaga dan
membuat adikku bahagia” ucapku dengan memberinya senyuman.
^^^^^
Aku berpikir dari mana Hyorin tau kalau waktu itu
Hyora mengalami kecelakaan. Tapi aku tidak berani bertanya disela-sela
tangisnya.
Sampai sekarang aku belum memberi tau apa pesan
Hyora untuk Hyorin karena aku pikir belum saatnya. Ah iya satu minggu lagi
Hyorin ulang tahun, aku punya rencana untuk mempertemukan dia dengan Siwon
idolanya itu. Ada pesan dari Hyora untukku, dia ingin aku mewujudkan impian
Hyorin. Satu-satunya yang aku tau impian Hyorin adalah bertemu dengan Choi
Siwon idolanya. Sepertinya itu akan menjadi hadiah ulang tahun terindah
baginya.
Sungmin
pov end
~keesokan harinya
Pagi ini seisi rumah berkumpul untuk sarapan. Hanya
ada Hyorin, Sungmin dan eommanya.
“appa tidak sarapan, bu?” ucap Sungmin sambil
mengambil selembar roti dihadapannya.
“appa mu sudah pergi lagi”
“mmm” Sungmin hanya bergumam.
“ah iya, besok teman eomma dan anaknya akan kesini.
Hyorin, eomma akan mengenalkanmu dengan Kim Heechul”
“hah?” Hyorin terkejut seketika jantungnya berdegup
kencang.
“artis itu?” tanya Sungmin dengan wajah terkejut
juga.
“ne, ternyata kalian sudah tau ya. Hyorin, besok
dandanlah yang cantik” eommanya hanya tersenyum, sementara Hyorin masih terdiam
karena terkejut.
“ba-bagaimana eomma bisa mengenalnya?” tanya Hyorin
dengan gagap.
“eommanya Heechul juga sama seperti eomma, memiliki
perusahaan Wine dan eommanya bekerja sama dengan eomma”
“lalu untuk apa besok mereka kesini?” sambung
Sungmin lalu melahap rotinya.
“tentu saja membicarakan bisnis. Sebenarnya Heechul
akan eomma kenalkan kepada Hyora karena eomma tau Hyora sangat mengidolakannya.
Tapi menurut eomma Hyora dan Hyorin sama saja kan”
^^^^^
Setelah sarapan selesai semua kembali ke
aktifitasnya masing-masing. Sungmin pergi ke kantor appa nya, eommanya juga
pergi ke toko Wine miliknya sedangkan Hyorin dirumah saja karena belum ada
kegiatan.
Hyorin keluar kamarnya yang dirasanya asing sejak ia
pulang dari rumah sakit. Dikamarnya banyak sekali foto dan poster Choi Siwon.
Hyorin ingat dan tau gambar-gambar dikamarnya adalah Choi siwon, tapi dia
merasa aneh mengapa dikamarnya dipenuhi Choi Siwon. Hyorin berjalan pelan
menuju kamar disebelahnya yaitu kamar Hyora.
Gleeeeekk ..
Hyorin membuka pintu kamar Hyora lalu masuk dengan
langkah kecilnya. Hyorin memandangi seisi kamar Hyora, melihat dari sudut ke
sudut Hyorin merasa jantungnya berdegup kencang lagi. Kini yang ia lihat adalah
foto-foto dan poster Kim Heechul, Hyorin juga ingat betul kalau Kim Heechul
adalah idola dari saudara kembarnya Hyora. Entah kenapa Hyorin menyukai
gambar-gambar disekitarnya. Hyorin menaruh satu tangan di dadanya lalu berlari
menuju lemari pakaian Hyora. Dibukanya lemari itu, diambilnya satu kaos
bertuliskan “I’M PETALS” , Hyorin sangat ingat ini adalah kaos kesukaan Hyora.
Hyorin masih tidak mengerti dengan perasaannya, bila
ia masuk kedalam kamarnya sendiri ia merasa asing tetapi ketika ia masuk ke
dalam kamar Hyora perasaannya menjadi senang diiringi jantungnya yang yang
berdegup kencang.
Heechul pov
‘cantik tidak? kau
suka?” tanya eomma ku yang sedang menuang teh hangat ke gelasnya.
“mmm” aku hanya
bergumam masih memandangi foto yang ku pegang.
“Hyora memiliki
kaki dan leher yang cantik bukan?” ucap eomma ku yang mulai cerewet.
“jadi nama gadis
ini Hyora?”
“ne, namanya Lee
Hyora. bersiaplah untuk pertemuan besok!” jawab eomma ku kemudian berlalu dari
hadapanku.
Aku masih
memandangi foto yang diberikan eomma ku. Gadis ini bahkan lebih cantik dari
Sohee Wonder Girls. Gadis bernama Lee Hyora ini adalah anak dari rekan bisnis
eomma ku, besok aku dan eomma ku akan berkunjung kerumahnya. Sepertinya gadis
ini terlihat cantik aslinya, dilihat dari foto secara fisik dia memang tipeku.
Sejenak aku
senyum-senyum sendiri sambil melihat fotonya, apa benar yang dikatakan eomma ku
kalau dia sangat mengidolakan aku. Ah memang tidak ada yang bisa menandingi
pesona dari Kim Heechul hihi ..
Heechul pov end
Siwon pov
“jadi kau yang
bernama Lee sungmin?” ucapku kepada pria yang berwajah imut di hadapanku.
‘ne, aku Lee
Sungmin” jawabnya sambil membungkukan badan kepadaku.
“ada apa? kata
manager ku kau ada perlu denganku?”
“ne, aku ingin
meminta bantuan padamu” ucapnya dengan tatapan harapan kepadaku.
“kau anak dari
pemilik perusahaan sendbill kan? bantuan apa, bicaralah ...”
“ini mudah, jadi
begini ....
^^^^^
Haiiisssh ku pikir
orang itu akan meminta bantuan atau kerja sama antar perusahaan, ternyata hanya
meminta bantuan sepele. Menemui adiknya yang mengidolakanku di ulang tahunnya,
itu hal mudah. Tapi kalau saja ayahnya bukan rekan bisnis appa ku, mana mau aku
menghadiri ulang tahun adiknya hmm tidak penting.
Siwon pov end
TBC
ceritanya membosankan? hahaha insha allah part 2 nya akan terbit(?) ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar