KIM HEECHUL, ME and MY DREAM

Rabu, 04 April 2012

MY ONLY GIRL

Author        : Regina Bella Anjaswari (Song Yong Hee)
Tittle           : My Only Girl
Genre         : Romance and Friendship
Rating        : PG
Main Cast  : Lee Hyukjae
                     Cho Yong Eun
Other Cast : Kim So Eun, Hyoyeon (SNSD) and all member Super Junior

taraaaaa, ini adalah FF aku yang menang juara dua dalam rangka ulang tahun EunHyuk oppa. aku ikutan lomba itu di fb (Eunhyuk Fans Club Indonesia) dalam rangka ulang tahun oppa, eh gak di sangka aku menang juara dua. padahal sih ini FF pertama yang diiukutsertakan dalam perlombaan hehehe, ini FF murni buatan aku sendiri yang di buat berhari hari sampai mengucurkan banyak keringat hahah #oke ini lebay

NO PLAGIAT!! NO BASHING!! 
Happy Reading ^^
*Yong Eun pov*
~Bandara Incheon, Seoul
          
Akhirnya tiba juga di Seoul, aku rindu negara ini dan juga merindukan seseorang. Seseorang itu adalah namja yang satu tahun lalu membuatku untuk memutuskan menyusul eomma dan appa ku di Beijing. Tetapi tetap saja aku tidak bisa melupakannya, berada di Beijing terus menerus mungkin hanya membuatku gila menahan rasa rindu. Aku tidak tahan ingin segera melihatnya walau dari kejauhan itu cukup tapi aku tidak ingin dia tau bahwa aku sedang di Seoul. Aku tidak mungkin menyapanya, mengingat kejadian satu tahun lalu pasti akan membuatku gugup bila benar-benar ada di hadapannya.
*Flashback
“Bagaimana ini?” Hyukjae masih bertolak pinggang dan mondar mandir di hadapanku.
“Kau ini kenapa, santai saja!” kataku lalu melempar boneka yang ada disebelahku ke arahnya.
“Kau masih bisa santai Yong Eun? Yang benar saja, kita ini sedang dicari wartawan!”
“Memangnya kenapa? Ini lebih baik dari pada aku terus mendengar berita di mana-mana tentang kau dengan Hyoyeon!” bentak ku kemudian aku meninggalkannya.
TOK ... TOK ... TOK ...
“Chagi, dengarkan aku dulu!” Hyukjae terus memanggil dan mengetuk pintu kamarku. Aku merasa tidak tega mendengar suaranya yang dari tadi minta di bukakan pintu.
Gleeeeeekk
“Apa lagi? Lakukanlah sesuka hatimu!”
“Yong Eun aku mohon dengarkan penjelasan ku dulu” pintanya melas.
“Baiklah” Kami kembali duduk di ruang utama di apartement ku. “Ppali, sekarang jelaskan!”
“Baiklah. Aku khawatir kalau semua orang jadi membenci mu lalu menyelakaimu karena mereka tau kalau kekasihku itu Hyoyeon, dan jika kau muncul sebagai kekasihku dengan tiba-tiba maka saat itu juga mereka menilai kau merusak hubunganku dengan Hyoyeon” jelasnya sambil memandangiku dan menggenggam kedua tanganku.
“Hyukjae untuk terakhir kalinya aku meminta padamu sebagai kekasihmu, bisakah kau bilang pada semua bahwa kau sudah putus dengan Hyoyeon dan jadikan aku sebagai kekasihmu satu-satunya?” aku memandangnya, berharap Hyukjae bisa memenuhi permintaanku.
... ... ... ... ... Hyukjae masih terdiam.
“Yeobo, katakan kalau kau bisa memenuhi permintaanku!” ucapku dengan nada pelan.
“Yong Eun, jeongmal mianhae. Aku ingin sekali memenuhi permintaanmu tapi pihak SM sangat menaruh harapan besar pada hubunganku dengan Hyoyeon dan sejak iklan yang kami bintangi, masyarakat terutama jewels sangat mendukung aku dan Hyoyeon untuk berpacaran”
... ... ... ... ...
Aku hanya diam dan terkejut dengan apa yang dikatakannya, aku bahkan tidak dapat menjawabnya.
“Yong Eun dengarkan aku baik-baik, sampai kapanpun satu-satunya kekasihku kekasihku adalah kau Cho Yong Eun. Ku mohon pengertianmu, bersabarlah ..... aku pasti akan akhiri sandiwara ku dengan Hyoyeon”
“Hhhh arra, aku mengerti. Lakukanlah sesuka hati mu Lee Hyukjae, kalau begitu kau bisa pulang dari apartement ku dnegan tenang” aku memegang pundaknya terpaksa.
~Keesokan harinya
Siang ini aku akan menyaksikan Hyukjae dan Hyoyeon di tv berbicara di depan banyak wartawan. Aku menonton bersama semua member Super Junior di dorm mereka.
“Noona kau tidak apa-apa?” tanya Kyuhyun yang sejak tadi ada disebelahku.
“Monyet itu seharusnya tidak menuruti perintah tuan Lee Soo Man” sambung Donghae.
“Tapi kalau aku di posisi Hyukjae, mungkin aku juga akan sulit untuk menentang tuan Lee Soo Man” ucap Leeteuk oppa. Aku tetap diam mendengar ocehan para namja di sekelilingku dan masih menunggu acara infotaiment live di tv.
“Aku mengerti perasaan mu Yong Eun” kini Sungmin oppa bersuara, aku hanya membalasnya dengan senyuman.
“Noona bersabarlah, ini kan hanya sandiwara” Wookie menenangkanku, sementara yang lain hanya diam.
“Sudah sudah, aku tidak apa-apa. Sekarang ini aku hanya ingin mendengar ucapannya saat diwawancara” ucap ku pada semuanya.
“ Kau cemburu, kau kesal tapi kau tidak bisa berbuat apa-apa. Itu kontras terlihat pada dirimu” ucap Yesung oppa tiba-tiba. Aku hanya diam mendengar ucapan Yesung oppa.
“Heeeyyyy sudah, lima menit lagi acaranya akan dimulai!” teriak Shindong oppa sambil memindahkan chanel di tv.
“Aaaah, kenapa mataku ditutup? Siapa ini?” teriak ku.
“Sebentar saja”
“Lepaskan tangan mu, aku tidak bisa melihaaat!”
“Baiklah, untung sudah lewat”
“Siwooon?? Kenapa tadi kau menutup mata ku?” tanya ku heran.
“Annio, tadi ada iklan Hyukjae dengan Hyoyeon. Aku tidak mau kau melihatnya”
“Hmmm tidak usah seperti itu!” jawabku kesal.
“Hey matikan saja tv nya, acara yang tidak penting di tonton! Shindong, berikan remotnya padaku!” Bentak Heechul oppa. Aku terkejut melihatnya, Sindong oppa sudah memberikan remot itu kepada Heechul oppa dan dengan menekan satu tombol saja tv itu akan mati. Bagaimana ini aku harus menghentikannya.
“Tunggu oppa! Acara sudah dimulai, ku mohon jangan di matikan!” pinta ku dengan memelas.
“Sudah Chullie biarkan tv nya tetap menyala!” Leeteuk oppa membela ku.
            Dan acara itu pun mulai, kekasihku dan seorang yeoja disampingnya sedang diserbu pertanyaan oleh para wartawan dan reporter. Melihat mereka bergandengan rasanya kesal sekali.
”Kau yakin Noona melihatnya sampai selelsai?” Tanya Kyuhyun mulai khawatir di tengah keheningan ruangan kecuali hanya ada suara tv.
“Ssst!” Shindong oppa memberi instruksi.
~~
“Aku bilang apa, acara tadi tidak penting untuk di tonton!” Heechul oppa memaki dan terlihat kesal. Aku masih menangis setelah menonton acara itu.
“Semuanya, aku harus pulang” aku pamit dan membungkukan badan ku ke semua penghuni dorm.
“Kau tidak ingin menunggu Hyukjae dulu? Leeteuk oppa menahanku.
“Anni oppa, ini sudah sore aku harus pulang”
*Flashback end
            Ya, kata-kata Hyukjae waktu itu masih terngiang-ngiang di telinga ku. Dia berbicara di depan wartawan sambil menggenggam tangan Hyoyeon mesra. Hyukjae mengatakan ....
“Sekarang Hyoyeon adalah kekasihku satu-satunya, mengenai wanita lain yang bersama ku waktu itu, dia adalah anak dari teman ibu ku, jadi hari itu kami hanya sekedar jalan-jalan dan cuma berteman. Hyoyeon lah kekasihku sesungguhnya.” Ah mengingat hal itu hanya membuat ku sakit sendiri.
            Aku masih menunggu So Eun teman ku untuk menjemputku di bandara, kalau kelamaan seperti ini aku lebih baik ke apartement sendiri saja. Hmm ... ah ini dia menelpon.
“Yoboseyo”
“.....”
“Mwo?”
“.....”
“Ah kau ini, kenapa tidak mengatakannya dari tadi”
“.....”
“Baiklah, sampai bertemu nanti!”
            Aku meninggalkan bandara lalu segera menuju apartement ku yang di tinggali oleh teman ku So Eun.

*Yong Eun pov end*
           
    Yong Eun menaiki taxi yang ada di hadapannya. Sementara So Eun dan Super Junior akan memberikan kejutan kepada Yong Eun kecuali Heechul yang sedang menjalankan wamil tidak bisa hadir dan Hyukjae yang sengaja tidak diberi tau dan tidak diikutsertakan untuk menyambut kedatangan Yong Eun.
“Stop , berhenti disini ahjussi” ucap Yong Eun kepada supir taxi.
Yong Eun pun masuk ke dalam apartement nya. Perlahan Yong Eun berjalan sambil melihat suasana disekitarnya. Setelah sampai di depan pintu Yong Eun lupa kode untuk membuka pintu nya tapi ia mencoba mengingat-ingat.
“Ah mungkin masih 8686, hmm aku coba” Yong Eun menekan tombol di depannya.
“Yes berhasil, ternyata So Eun tidak pernah menggantinya yaa”
Yong Eun membuka pintunya dan ketika masuk ruangannya sangat gelap. “So Eun kau sudah pulang? Kenapa tidak menyalakan lampunya sebelum pergi? Sebenarnya kau mengurus apartement ku tidak? Ahh anak ini!” Yong Eun terus berteriak memanggil So Eun dan bicara sendiri.
Tlaaaaaaaaaappp
“Annyeonghaseyooo~” lampu menyala ditambah teriakan So Eun dan Super Junior.
“Ah kalian membuatku kaget” Yong Eun masih menaruh satu tangan di dada nya.
“Noona cheoeum boepseumnida, naneun neoreul bogosipeoyo” teriak Wookie lalu memeluknya Yong Eun manja.
“Baik-baik saja, aku juga rindu padamu dan kalian semua. Hmm dan kau So Eun, aku sudah bilang jangan beri tau orang-orang ini kalau akau datang ke Seoul”
“Mianhae, karena mereka menanyakan mu terus” jawab So Eun polos.
“Haish sudah, aku membawa banyak wine. Mari kita minum dan rayakan kedatangan Yong Eun” ucap Sungmin dengan Wine di kedua tangannya.
*Hyukjae pov*

    Sudah malam begini mengapa belum pada pulang ya? Aku heran mengapa dorm begitu sepi, biasanya aku tidak di tinggalkan seperti ini. Kenapa juga ponsel mereka tidak ada yang aktif.
TING TONG~  TING TONG~
Gleeeekk
Ah itu mereka datang.
“Donghae ada apa ini? Sungmin hyung dan Wookie mabuk? Tanya ku pada Donghae yang saat itu paling terlihat segar karena yang lain langsung tertidur di sofa bahkan ada yang langsung ke kamar masing-masing kecuali Sungmin hyung dan Wookie yang kelihatannya sudah mabuk berat.
“Ne, bantu aku menyeret Sungmin hyung!” jawab Donghae yang terlihat sudah mulai lelah membopong Sungmin hyung.
~~
“Sebenarnya kalian dari mana? Kenapa aku tidak di ajak?” tanya ku kepada Donghae. Suasana dorm sudah sepi kecuali aku dan Donghae yang belum tidur.
“Jujur saja aku dan yang lainnya tadi habis menyambut Yong Eun”
“M-mwo?” aku terkejut mendengar perkataan Donghae.
“Kau jangan dulu menemuinya!”
“Waeyo? Aku kekasihnya, wajar saja aku rindu ingin bertemu Yong Eun” bentak ku dengan kesal.
“Bertemulah dengannya setelah kau selesaikan sandiwara mu dengan Hyoyeon! Sudah, aku lelah ingin tidur!”
Kata-kata Donghae membuatku tidak bisa memejamkan mata ku malam ini. Bagaimana tidak, aku rindu sekali ingin bertemu yeoja imut itu tapi dia pasti akan kecewa kalau tau sandiwaraku dengan Hyoyeon masih berlanjut sampai sekarang. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, aku terjebak dalam keadaan ini. Yong Eun aku sangat mencintaimu, masih sampai sekarang!
~Keesokan harinya
Hoaaaamm ...
Aku meregangkan otot-otot ku karena semalam aku tertidur di sofa bersama Wookie dan Sungmin hyung.
“Kalian semua, ayoo sarapan~!” teriak Teuki hyung dari arah meja makan. Sebaiknya aku membangunkan kedua pemabuk ini sebelum sang leader marah-marah tidak jelas.
“Wookie ...., Hyung .... bangunlah. Teuki hyung sudah memanggil untuk sarapan!” aku menggoyang-goyangkan kedua badan mereka.
“Hari ini kan free” saut Sungmin hyung dengan nada lemas. “Iya benar” sambung Wookie kemudian mereka tidur lagi.
*sarapan berlangsung
“Kemana Wookie dan Sungmin? Tanya Teuki hyung kepada kami.
“Mereka masih tidur di sofa, mereka bilang masih free jadi ya sudah ku biarkan” jelasku kepada semua yang sudah siap menyantap sup rumput laut buatan Shindong hyung.
“Bagaimana mereka ini, bukankah kita akan jalan-jalan bersama ..” kemudian Siwon membekap mulut Kyuhyun.
“Jalan-jalan bersama siapa? Siwon kenapa kau menutup mulutnya?” tanyaku heran.
“Haish sudah, ayo cepat habiskan sarapannya!” saut Teuki hyung, namun Siwon tetap tidak menjawab pertanyaan ku.
Entah kenapa aku merasa mereka menyembunyikan sesuatu dariku. Aku jadi tidak berselera untuk sarapan, tapi di depan Teuki hyung aku harus kelihatan baik-baik saja karena hari ini aku sedang malas mendengar ocehannya.
~~
“Donghae, apa yang kalian sembunyikan dari ku?” aku mulai berani bertanya pada teman dekat ku ini.
“Mungkin mereka menyembunyikannya dari mu, tapi karena aku adalah teman dekatmu maka akan ku beri tau” jawabnya sambil mengunci pintu kamar kami.
“Apa yang kalian sembunyikan?” kataku yang sudah penasaran sekali.
“Kami akan berjalan-jalan bersama Yong Eun dan So Eun siang ini ke tempat karaoke” tentu saja mendengarnya aku kesal, karena tidak satupun dari mereka yang mengajak ku.
“Mengapa tidak ada yang mengajak ku? Apa ini yang namanya teman!” jawabku yang mulai emosi.
“Anni, bukan kami tapi Yong Eun lah yang tidak mau bertemu denganmu” Donghae menepuk pundak ku.
“Aku akan ikut kalian! Bentak ku.
“Hey monyet, hal yang pantas kau lakukan saat ini adalah menemui Hyoyeon untuk membicarakan sandiwara kalian, barulah kau boleh menemui Yong Eun!” Donghae kembali menepuk pundakku lalu pergi keluar kamar meninggalkan ku yang kini sedang dilanda kebingungan.
Aku pikir ucapan Donghae benar juga, hari ini aku harus membicarakan nya dengan Hyoyeon.
*Hyukjae pov end*
  
     Siang ini Hyukjae akan menemui Hyoyeon di caffe, sedangkan yang lain pergi berkaraoke dengan So Eun dan Yong Eun.
*Yong Eun pov*
   
    Mereka sudah datang menjemputku dan So Eun untuk pergi ke tempat karaoke.
“Noona kalau kau berubah pikiran aku bisa menelpon hyung” ucap Wookie sebelum kami berangkat.
“Anni, ayo kita berangkat!” kataku dengan suara pelan.
Kami pun berangkat dengan tiga mobil, aku satu mobil dengan Sungmin oppa, Wookie dan Yesung oppa. Shindong oppa bersama Siwon dan Donghae sedangkan Leeteuk oppa dengan Kyuhyun dan So Eun. Selama diperjalanan aku hanya diam memikirkan Hyukjae, aku bertanya-tanya apa dia masih bersandiwara dengan Hyoyeon?
“Kau kenapa diam saja?” tanya Sungmin oppa yang sedang menyetir, sementara Wookie dan Yesung oppa sedang mengacak-acak kaset yang ada di mobil Sungmin oppa.
“Gwaenchana” jawabku singkat.
“Kau ingin bertemu Hyukjae kan, tapi kau belum siap” celetuk Yesung oppa yang selalu tiba-tiba membuatku membisu, perkataannya selalu benar.
“Noona, bersenang-senanglah hari ini” sambung Wookie sambil menepuk pundak ku pelan, aku hanya membalasnya dengan senyuman.
*Yong Eun pov end*
   
    Sementara di caffe tempat bertemu Hyukjae dan Hyoyeon

*Hyukjae pov*
Sekarang di hadapanku sudah ada Hyoyeon. Aku masih bingung untuk memulainya. Apa aku harus mengurungkan niat ku untuk membicarakan soal sandiwara ini?
“Apa yang ingin kau bicarakan?” Hyoyeon mulai membuka pembicaraan.
“Aku, aku ingin membicarakan tentang hubungan kita” jawabku gugup.
“Ada masalah?” tanya Hyoyeon penasaran.
“Ne, ini harus diselesaikan”
“Wae?” Hyoyeon menatapku serius.
“Kita harus akhiri sandiwara ini, aku pikir kita sudah terlalu lama berbohong kepada banyak orang”
“Bertemu disini hanya untuk membicarakan masalah ini?” Hyoyeon menyilanghkan kedua tangan di dadanya.
“Ne, aku sudah siap bila tuan Lee Soo Man marah pada ku” jawabku tegas.
“Apa yang membuatmu seperti ini? Kau siap menghadapinya, tapi aku ???” jawab Hyoyeon dengan nada tinggi.
“Mianhae, tidakkah kau bosan menjalani sandiwara ini?
“Aku? Bosan? Tidak! Karena aku ..., aku mencintaimu!”
Tentu saja aku terkejut dengan apa yang di katakannya. Mengapa ini menjadi semakin kacau?
“Aku pikir kau akan meresmikan hubungan kita, tapi kau malah mengakhirinya. Selama satu tahun lebih ini tidakkah kau sedikitpun merasakan hal yang sama seperti yang aku rasakan kepadamu?” Hyoyeon menggenggam kedua tanganku diatas meja.
“Hyoyeon, selama ini aku benar-benar mengganggap hubungan kita hanya sandiwara, mianhae”
Hyoyeon mulai meneteskan air matanya di hadapanku, aku mulai bingung apa yang harus aku lakukan. Mengapa semua menjadi rumit seperti ini?
“Ya aku tau, memang dari awal kita hanya bersandiwara. Sekarang terserah kau saja!” jawab Hyoyeon kemudian pergi meninggalkan ku begitu saja.
Walaupun sudah rumit seperti ini aku akan tetap mengakhiri sandiwara bodoh ini. Haaah aku benar-benar menyesal melakukan hal bodoh sejauh ini dmei popularitasku.

*Hyukjae pov end*
   
    Siang itu Hyukjae dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan, di tambah Hyoyeon yang mungkin sedang marah padanya. Sementara Yong Eun berusaha bersenang-senang dengan So Eun dan lainnya.
*di tempat karaoke
“Kau tidak ikut bernyanyi?” ucap Leeteuk kepada Yong Eun.
“Anni, aku tidak bisa bernyanyi” jawab Yong Eun yang sejak tadi hanya memperhatikan teman-temannya yang sedang bernyanyi.
“Kau pasti akan bertemu, cepat atau lambat”  lagi-lagi celetuk Yesung tiba-tiba di hadapan Yong Eun.
~~
“Baiklah kita akan kemana lagi?” tanya So Eun saat mereka keluar dari tempat karaoke.
“Aku rasa aku lapar, kalian juga kan?” sambung Shindong.
“Baiklah, mari kita menuju tempat makan!” ajak Siwon yang juga sedang mengelus-ngelus perutnya.

*di restoran
“Ku dengar dua minggu lagi akan dilaksanakan SuperShow 4 ya?” tanya Yong Eun di sela-sela makan siang bersama yang lainnya.
“Ne, dua minggu lagi kita akan menggelar SS4Seoul kemudian berikutnya di Jepang” jawab Sungmin sambil menyumpit makannanya.
“Lalu kenapa sekarang kalian bersamaku dan So Eun? Memangnya kalian tidak disibukkan dengan persiapan?”
“Tiga hari sampai besok kita di beri waktu libur oleh tuan Lee Soo Man, setelah itu kami akan sibuk sekali” jelas Leeteuk.
“Noona, datanglah melihat penampilan kita” sambung Kyuhyun.
“Iya benar, tapi aku tidak bisa “ ucap So Eun lalu menggembungkan pipinya.
“Waeyo?” tanya Yong Eun heran.
“Saat SS4Seoul, aku sedang ujian” jawab So Eun pasrah.
“Ah noona kau datang bersama Heechul hyung saja” tawar Wookie. “Benar ... Benar” jawab semuanya.
“Oh yaa Heechul oppa, sejak kemarin aku tidak melihatnya? Lalu kenapa dia tidak ikut tampil?” tanya Yong Eun yang baru sadar ketiadaan Heechul.
“Memang kau belum tau ya, hyung kan sedang wamil. Kebetulan di saat SS4Seoul dia sedang di beri libur” jelas Donghae.
“Oh begitu yaa, baiklah jika aku sempat aku akan melihat penampilan kalian” jawab Yong Eun singkat.

*Yong Eun pov*
Haaah lelah sekali jalan-jalan bersama mereka. Ucapku kepada So Eun saat kami sampai di apartement.
“Hey So Eun, berarti besok hari libur mereka yang terakhir ya?” tanyaku iseng kepada So Eun.
“Ne, dan pasti aku tidak bertemu Kyu selama SS4” So Eun menghela nafasnya.
“Hey ada apa kau dengan si evil itu?” tanya ku heran.
“Hah jadi kau tidak tau ya? Aku ini berpacaran dengan Kyu” jawabnya polos.
“Mwo? Sejak kapan? Kenapa kau tidak memberi tau ku?” teriakku kaget.
“Sejak kau meninggalkan Hyukjae. Sudah yaa aku ingin istirahat”
Tidak kusangka teman kecilku ini berpacaran dengan si evil yang umurnya lebih muda darinya, haah tapi tidak apa-apa. Setidaknya masih lebih baik dari pada hubunganku dengan monyet itu.
Telepon? Dari siapa ini, nomornya tidak ku kenal ...
“Yoboseyo”
“.....”
“Nuguseyo”
“.....”
“Aaaah oppa, bogosipeo”
“.....”
“Hmmm tapi bukankah kau sedang wamil?”
“.....”
“Ne, arraseo”
Malam itu Heechul oppa menelponku dan langsung mengajakku bertemu di teaman dekat apartement ku, tentu saja aku segera menemuinya.
~~
“Annyeonghaseyo oppa” aku menyapa dan memeluknya dari belakang. Aku dan Heechul oppa dulu memang dekat karena dia lah yang paling mengerti aku meski terkadang sifatnya bisa berubah-ubah.
“Hey Yong Eun tambah kurus saja kau ini, apa kabar adik ku?” Heechul oppa mengacak rambutku lembut.
“Hmm jal jinaeyo, kau?” tanyaku balik.
“Ya aku juga baik. Andai saja kau tidak menahan ku untuk mematikan tv saat itu, mungkin kau tidak akan pergi. Ingat kejadian satu tahun lalu?” ucap Heechul oppa lalu memandangku.
“Ah aku tidak ingat. Mmmh oppa, kau kenapa bisa keluar malam-malam begini? Bukankah kau sedang menjalankan wajib militer?” tanyaku untuk mengalihkan pembicaraan.
“Ini kan hari sabtu jadi aku sedang libur, aku ditempatkan di posisi yang paling ringan di militer karena aku pernah memiliki patah tulang di kaki. Oh ya, ini untuk mu” Heechul oppa menyodorkan kertas kecil ke arahku.
“Ige mwoya?”
“Baca saja!” perintahnnya.
“Ini tiket SS4?” kataku sambil membolak balikan kertas.
“Ne, simpan ini. Sampai bertemu di Stadium Olympic”
"Jadi kita akan menonton bersama?” ucapku lalau menghentikan langkahku.
“Ne. Yong Eun ini sudah malam, sebaiknya kau kembali ke apartement. Aku juga akan pulang”
“Ne oppa, ddo mannayo” Kami pun meninggalkan taman itu ke arah yang berbeda.

~Keesokan harinya
So Eun ... Kim So Eun ~     aku berteriak mencari So Eun. Kemana dia pagi-pagi sudah menghilang, atau aku yang bangun terlalu siang.
Ddrrrrrt Ddrrrrrt
SMS
From : So Eun
Maaf aku pergi pagi-pagi sekali, Kyu mangajakku jalan di hari libur terakhirnya. Kemungkinan aku akan pulang sore.
Aiishh apa-apaan ini aku ditinggal sendiri di apartement bahkan So Eun tidak membuat sarapan. Bagaimana anak ini bertahan hidup,isi kulkas hanya ada buah apel. Di dapur  juga tidak menyimpan mie instan, haah perutku lapar tapi hanya ada apel ini.
~~
Haaaah segar sekali setelah mandi, hari ini aku kemana yaa? Pastinya mereka sedang istirahat di hari libur terakhirnya, mana mungkin aku mengganggu mereka. Baiklah aku menonton tv saja di ruang tamu. Aku segera menuju ruang tamu, tiba-tiba ...
“KAU????”
*Yong Eun pov end*

    Saat Yong Eun ke ruang tamu ditemuinya seorang namja sedang duduk di sofa menunggunya. Sontak Yong Eun terkejut dengan kehadirannya.

*Hyukjae pov*
Pagi ini aku datang ke apartement Yong Eun, saat masuk ke dalam mungkin Yong Eun sedang mandi jadi aku menunggunya di ruang tamu. Aku tidak sabar ingin bertemu dengan dia.
“KAU????” suara Yong Eun mengejutkanku. Aku berdiri memandangnya, terlihat beda sekali. Dia lebih langsing dan semakin cantik.
“Yong Eun ...”
“Ke-kenapa kau bisa masuk?” tanyanya dengan tatapan heran.
“Aku sering menemani Kyu menemui So Eun di sini jadi aku bisa masuk ke apartement mu, lagi pula kau tidak mengganti kodenya” jelasku.
Yong Eun hanya terdiam, tanpa berpikir panjang aku menghampirinya lalu menggenggam tangannya dan menariknya untuk duduk bersamaku.
“A-apa kabar?” ucapnya kepadaku tapi masih memalingkan wajahnya.
“Yong Eun, bogosipeo!” aku langsung memeluknya erat.
“Lepaskan!” teriaknya.
“Waeyo? Kau tidak rindu padaku? Kenapa kau pergi dan sulit dihubungi?” aku melapaskan pelukanku lalu memegang kedua tangannya.
“Bukankah ini hari istirahat terakhir Super Junior sebelum di sibukkan SS4, kenapa kau malah kesini? Dan dari mana kau tau kalau aku ada di Seoul?” tanyanya panjang lebar.
“Rahasia! Hmm Yong Eun karena ini hari terakhir istirahatku sebelum SS4, ayo kita jalan-jalan!” ajak ku  sambil memandangnya, terlihat sekali raut wajahnya yang masih terkejut dengan kehadiranku yang secara tiba-tiba.
“Tidak mau!” Yong Eun melepas genggaman ku.
“Waeyo?”
“Aku takut kalau ada wartawan melihat, itu pasti akan menjadi masalah lagi untukmu kan?” jawabnya  sambil menyilangkan kedua tangan di dadanya. Jujur saja ucapan Yong Eun tadi membuatku sulit untuk menjawabnya.
“Kau masih marah ya?” tanyaku dengan hati-hati.
“Tentu saja” jawabnya singkat. Aju kembali menggenggam tangannya.
“Chagi, jeongmal mianhae. Aku menyesal; mempertahankan sandiwara bodoh itu. Semestinya waktu itu aku ..”
“Jadi sampai sekarangpun kau masih ? Lalu haruskah waktu itu aku setuju untuk bersabar menunggu? Untung saja aku pergi kalau tidak, mungkin setiap hari kita akan bertengkar” Yong Eun menatap kosong dihadapnnya sementara aku hanya menundukan kepala ku.
“Kenapa kau diam?” tanya nya lagi.
“Karena aku merasa bersalah, Yong Eun ku mohon maafkan aku. Aku masih mencintaimu, tidak pernah berubah” Kini aku berlutut di hadapannya.
*Hyukjae pov end*

*Yong Eun pov*
   
    Aku benar-benar tidak tega kalau dia sudah memohon-mohon seperti ini. Apa yang harus aku lakukan ?
Rasanya aku ingin mengatakan bahwa aku juga masih mencintainya.
“Tidak usah seperti ini” ucapku dalam keheningan, aku memegang kedua pipinya.
“Kau memaafkanku?” Hyukjae menatapku dalam. Setelah memedang kedua pipinya, aku benar-benar bingung harus berbuat apa lagi.
“Sudah, aku tau kau pasti memaafkanku” ucap Hyukjae dan langsung memeluk ku. Pelukan yang sangat aku rindukan, sungguh aku tidak ingin melepasnya.
“Naneun dangsineul saranghaeyo Cho Yong Eun!” bisik nya lembut ke telingaku.
“Na-naddo saranghae” jawabku singkat. Aku benar-benar merindukan moment ini.
~~
    Hubunganku dengan Hyukjae sudah kembali normal, meskipun aku masih berharap kalau Hyukjae mengakhiri sandiwaranya dengan Hyoyeon.
Sekarang aku sedang menunggu Hyukjae, dia memintaku untuk memasakan makanan kesukaannya maka dia pergi ke supermarket untuk membeli bahan makanannya.
Gleeeeekk
“Aku pulaang~” Teriakan Hyukjae mengagetkanku.
“Ah kau sudah pulang, mana bahan-bahannya?” pintaku.
“Ini, masaklah kimchi fried rice yang lezat” jawabnya sambil meletakan belanjaan di atas meja makan.
Aku mengambil belanjaan itu dan langsung membawanya ke dapur. Aku akan membuat nasi goreng kimchi kesukaannya, tiba-tiba Hyukjae memelukku dari belakang, tangannya melingkar dipinggang ku. Aku rindu sekali saat-saat seperti ini, dulu kalau aku sedang memasak dia selalu mengganggu dan memelukku dari belakang.
“Hyuk, aku sedang mencuci beras. Bisakah kau lepaskan tanganmu!”
“Tidak mau!” jawabnya dengan nada manja.
Hyukjae terus mempererat pelukannya, aku hanya bisa diam karena aku tidak bisa menguasai diriku sendiri saat ini.
“Berasnya harus dimasak dulu, bersabarlah” kataku lalu kembali membereskan barang-barang yang berantakan di dapur.
“Yong Eun ...” panggilnya di sela-sela aktifitasku. Aku hanya menoleh ke arahnya yang sejak tadi memperhatikanku.
“Aku ingin bicara” Hyukjae menghampiriku.
“Bicaralah” jawabku pelan.
“Selama di Beijing, kau tidak memiliki namja lain kan?”
“Tidak ada” jawabku singkat. Hyukjae semakin mendekatkan wajahnya ke wajahku.
“Apa yang akan kau lakukan?” aku mulai gugup, wajahnya hanya berjarak 5 cm dari wajahku.
“Kau ini, aah kenapa aku tidak pernah mendapatkan ciuman darimu” keluhnya saat aku membekap mulutnya.
“Jangan berciuman denganku!” aku memalingkan wajahku.
“Waeyo?” tanyanya heran.
“Ini permintaanku yang terakhir”
“Apa maksudmu?” Hyukjae semakin heran.
“Jangan berciuman denganku sebelum aku menjadi kekasihmu satu-satunya!” aku langsung meninggalkannya, tetapi Hyukjae malah mengikuti ku dan dia membalikan badanku, kini wajahnya mendekat lagi ke wajahku. Hyukjae mencium bibirku dengan lembut, sunguh ini ciuman pertamaku dan pertama kalinya dengan Hyukjae, jantungku berdegup kencang.
“Apa yang kau lakukan!” bentakku.
“Kau kekasihku satu-satunya!” jawabnya dengan suara yang tak kalah tinggi dariku.
“Tapi kau dengan ...”
“Hyoyeon?” aku sudah mengakhirinya kemarin!”
Aku benar-benar bahagia mendengar jawabanya. Dia sudah mengakhiri sandiwaranya dengan Hyoyeon.
“Benarkah?” tanyaku untuk meyakinkan.
“Ne” Hyukjae kembali memelukku.

*Yong Eun pov end*

~2 mingu kemudian
Yong Eun sudah berdiri didepan Stadium Olympic menunggu Heechul yang akan menemaninya untuk menonton SS4Seoul. Tak berapa lama Heechul pun datang, kemudian mereka masuk bersama ke dalam gedung itu.
Mereka duduk di kursi VIP dan sudah siap menyaksikan penampilan  Super Junior.
“Begini yaa rasanya jadi penonton?” celetuk Heechul yang merasa tidak biasa.
Tiga jam sudah waktu berjalan, kini saatnya EunHae couple perform membawakan lagu "Oppa Oppa".
“Yong Eun, lihat kekasihmu hahaha kenapa seperti itu dancenya” Heechul tertawa melihat perform dua sahabatnya. Sementara Yong Eun hanya senyum-senyum melihatnya.
Setelah selesai penampilan "Oppa Oppa", tiba-tiba Yong Eun dikejutkan dengan suara Hyukjae yang memanggil namanya.
“Eheeem semuanya, aku akan mengumumkan sesuatu” suara ELF di stadium mulai berisik.
“Aku akan mengenalkan kekasihku” suara ELF semakin gaduh.
“Di kursi sebelah sana ada Heechul hyung, kepada Heechul hyung tolong antarkan kekasihku Cho Yong Eun ke atas panggung” Para ELF dan Jewels mulai berteriak-teriak saat mendengar nama Cho Yong Eun.
Heechul pu tersenyum lalu menuntun Yong Eun ke atas panggung, Yong Eun hanya menundukan wajahnya. Setelah sampai diatas panggung, Hyukjae langsung merangkul Yong Eun kemudian dibawanya ke tengah panggung.
“Baiklah, sebelumnya aku mau minta maaf kepada kalian semua karena selama ini aku telah berbohong. Ini adalah pengakuan gila, aku dan Hyoyeon sebenarnya tidak pernah berpacaran” Para ELF mulai mengeluarkan kata-kata kotor dan menghujat Yong Eun.
“Apakah kalian bisa tenang???!!” pinta Hyukjae kepada para ELF, kemudian susana menjadi hening.
“Maafkan aku, aku benar-benar menyesal membohongi kalian semua. Tapi sekarang tolonglah terima bahwa yeoja yang disampingku ini adalah Cho Yong Eun kekasihku”

*Hyukjae pov*

“Kenapa kau lakukan hal bodoh di tengah konser berlangsung??!!!!!” bentak tuan Lee Soo Man kepadaku.
Aku sudah menduga pasti akan menghadap beliau, bahkan aku sudah siap menghadapinya.
BRAAAAAAAKKK!!! Aku dan tuan Lee Soo Man menoleh ke arah pintu.
“Hyoyeon, ada apa?” tanya nya kepada Hyoyeon yang terlihat lelah seperti habis berlari.
“Tuan Lee Soo Man ...” ucapnya dengan nafas tersengal-sengal.
“Duduklah!” perintah tuan Lee Soo man kepada Hyoyeon. Kemudian kami duduk bersebelahan menghadap tuan Lee Soo Man.
“Kau, ada apa Hyoyeon?” tanya tuan Lee Soo man kepada Hyoyeon.
“Mian, soal sandiwara ku dengan Hyuk” jawabnya gugup.
Aku hanya berharap Hyoyeon  tidak berkata macam-macam kepada tuan Lee Soo Man.
“Sebenarnya ada apa dengan masalah ini?” suara tuan Lee Soo Man meninggi.
“a-aku dengan Hyuk memang sudah lama ingin membicarakan ini. Aku muak dengan sandiwara ini, aku setuju dengan Hyuk untuk mengakhirinya” ucap Hyoyeon membuatku sedikit lega, aku hanya menundukan kepala ku.
“Baiklah ku serahkan pada kalian, tetapi aku hanya minta pertahankan popularitas kalian!” jelas tuan Lee Soo Man lalu meninggalkan kami berdua diruangannya.
Aku menghela nafas, hatiku lega sekali bahkan aku tidak menyangka Hyoyeon melakukan ini.
“Hyoyeon, gomawo” ucapku lau memberinya senyuman.
“Sama-sama” Hyoyeon membalas senyumku. Tapi aku masih heran kenapa dia melakukan ini padahal  dia bilang dia mencintaiku, bukankah ini menyakitkan baginya.
“Hyoyeon mianhae, kenapa kau melakukan ini?”
“Karena aku ingin melihat kau dengan kekasihmu Cho Yong Eun tidak bertengkar lagi karena sandiwara bodoh ini. Aku tau dari Donghae, ternyata kau dengan kekasihmu sering bertengkar  karena masalah ini” jelasnya lalu menepuk-nepuk pundakku pelan.
“Hyoyeon gomawo, karena telah mengerti aku”
Aku merasa sangat lega, hubunganku dengan Yong Eun sudah kembali seperti dulu begitu juga dengan Hyoyeon sudah normal kembali.
*Hyukjae pov end*

~2 minggu kemudian
“Chagi, bahagiakah kau?” tanya Hyukjae kepada yeoja dihadapannya.
“Tentu saja. Ah ya, besok aku kan kembali ke Beijing karena liburan ku sudah selesai dan harus menjalani ujian”
“Kapan kau akan kembali dan menetap lagi disini? Ku mohon jangan terlalu lama perginya” pinta Hyuk dengan manja kepada Yong Eun.
“Setelah wisuda aku pasti kembali” Yong Eun tersenyum kepada namja dihadapannya.
“Monyeeeeettt” teriak Donghae dari jauh.
“Pesawatnyaaa ..” teriak Donghae lagi.
“Aku berangkat yaa, cepatlah kau kembali” ucap Hyukjae lalu memeluk Yong Eun.
“Ne, jangan lupa yaa oleh-oleh dari Jepang, semoga SS4 di Jepang berjalan lancar, semangat!”
    Akhirnya mereka pun saling melepas kepergian unuk bertemu kembali. Hyuk dan Super Junior pergi ke Jepang untuk SS4 sementara Yong Eun akan kembali ke Beijing untuk menyelesaikan kuliahnya dulu.
~6 bulan kemudian di bandara Incheon

    Hyuk sudah menunggu Yong Eun di bandara. Hyuk melihat sosok yeoja yang sangat dirindukannya, kemudian mendekatinya.
“Annyeonghaseyo ...” sapa Hyuk mengagetkan Yong Eun.
“Ah kau siapa?” Yong Eun terkejut dan bingung karena namja dihadapannya memakai masker.
“Aku kekasihmu!” Hyuk membuka maskernya lalu memeluk Yong Eun.
“Nanaeun noereul bogoshipheoyo” bisik Hyukjae ditelinga Yong Eun.
“Hey babo! Pakai lagi masker mu! Nanti ada yang melihat kita”
“Haha ayo kita pulang, mari kita persiapkan pernikahan kita”
“Kau ini!” Yong Eun memukulnya kemudian mereka tertawa bersama.

END

Mianhae kalo jelek namanya juga pemula hehehe ^^v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar